Kau Duakan Aku, Kutarik Asetmu
"Oh, kau juga ada di sini. Baguslah, kau bisa lihat sendiri bagaimana lelaki itu mencuri perhiasan putriku."
"Apa? Mencuri?" Mata Raisya melototi Jihan. "Astaghfirullah, Han! Kau sungguh ingin memalukan Mas Adnan, tapi kau salah orang. Mana mungkin Mas Adnan melakukan hal serendah itu."
"Aku tidak menuduh, tapi ini kenyataan. Aku rasa, kau juga harus melihatnya."
Jihan akhirnya memutar rekaman video yang tersimpan di dalam laptop. Arka, lelaki berpostur tinggi di belakang yang semenjak tadi diam, hanya menyaksikan dari dekat.
Hot Chapters