تصفية بواسطة
تحديث الحالة
الجميعمستمرمكتمل
فرز
الجميعشائعتوصيةمعدلاتتحديث
Sentuhan Pembalasan

Sentuhan Pembalasan

Ia memegang ponselnya yang berdering kembali. "Cukup mengesankan untuk pemanasan," suara Darma Adiwangsa terdengar dari loudspeaker. "Kau sudah menyingkirkan pengkhianat dan musuh kecilmu. Sekarang, datanglah ke dermaga pribadi di Pulau Seribu. Jangan bawa Bima. Jangan bawa pasukanmu. Datanglah sendirian jika kau ingin melihat wajah ibumu untuk terakhir kalinya."
10853 وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 23 مرة ضمن armada mau dibawa kemana
قراءة
+مكتبة
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

LOKASI: KABIN KAPAL PENGEJAR STATUS WAKTU: WAKTU TERHENTI SEJENAK Di dalam kabin kapal pengejar, Armand memandang layar yang menunjukkan posisi Adrian. Mata Armand yang tajam memperhatikan setiap gerakan Adrian, meski jaraknya semakin dekat. "Tidak ada jalan keluar baginya kali ini," kata Armand dengan suara keras, mencoba menenangkan diri meski rasa cemas mulai merayapi. "Kita sudah dekat. Semua pasukan sudah siap. Kita akan menang."
1.8K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 66 مرة ضمن armada mau dibawa kemana
قراءة
+مكتبة
Malam Terlarang Bersama Paman

Malam Terlarang Bersama Paman

Karena mereka sedang sama-sama fokus untuk menyelesaikan masalah perusahaannya. “Armada pesawat itu mengalami keterlamabatan untuk kembali ke Indonesia. Mungkin Senin baru bisa berangkat dari negara beruang merah. Bisakah kamu mendapatkan bukti itu di sana? Minimal kamu tahu barang apa yang memang diselundupkan ke VKK dan didistribusikan pada Club Amethys,” papar Adrian.
9.853.3K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 1.8K مرة ضمن armada mau dibawa kemana
قراءة
+مكتبة
Pelabuhan Akhir Sang Pewaris

Pelabuhan Akhir Sang Pewaris

Mansion Amberlane, Madrid, Spain. | 20.27 AM. “Aku tidak ingin dijodohkan dengan Jason.” Setelah berucap dengan nada yang mantap disertai dengan tekanan, suasana ruang makan kembali sunyi bahkan terasa semakin mencekam.
107.2K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 172 مرة ضمن armada mau dibawa kemana
قراءة
+مكتبة
Anak Jenderal & Ajudan

Anak Jenderal & Ajudan

Mobil kami berhenti, dan parkir di dekat sebuah saung yang menghadap pemandangan pantai yang sedang surut jauh. Kak Cepi langsung mengikuti Senja memasuki dapur rumah makan, untuk memesan makanan. Sementara aku, Bang Aidan dan Aim, jalan santai menuju pantai. "Coba aku sehat, kita bisa lomba berenang sampai ke pulang Lengkuas," ucap Aim sombong. "Kalau kau sehat, kami nggak ada disini!" omelku. "Benar juga, aku juga nggak akan pindah ke Jakarta kalau tidak ditembak dua Bapak-bapak jahat itu. Memang benar kata Cece Cia, selalu ada hikmah dibalik musibah."
1.8K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 42 مرة ضمن armada mau dibawa kemana
قراءة
+مكتبة
Istri Manis Om Yuda

Istri Manis Om Yuda

Kamu juga tidak nyaman di sini, lebih baik pulang saja dan mari habiskan waktu bersama." Bela sendiri segera menyahut, "Ayo Kay, aku bantu berkemas. Kamu pulang duluan sama suami kamu, nanti aku sendiri bakal pulang kalau udah selesai makan malam.!" Setelah Bela dan Kayla masuk ke dalam vila, Yuda memilih untuk menunggu di dalam mobil. Sementara Aidan menatap anggota tim yang lain dan berkata, "Hati-hati
101.3K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 35 مرة ضمن armada mau dibawa kemana
قراءة
+مكتبة
Jenderal dari Laut Kematian

Jenderal dari Laut Kematian

Walaupun Mikael tahu bahwa tugas utamanya ke istana itu bukanlah menjadi seorang pemandu calon prajurit-prajurit muda itu, dia tetap tidak merasa rugi membimbing mereka. Menurutnya, jika Kerajaan Arans tidak akan rugi bila memiliki prajurit-prajurit muda yang bermental bagus dan juga memiliki hati nurani seperti mereka bertiga. “Masing-masing objek bernilai 10 poin sehingga jika kalian berhasil menembak sepuluh objek itu, kalian akan mendapatkan nilai 100.” Para calon prajurit sebagian bertepuk tangan tetapi sebagian yang lain terlihat lemas tak berdaya.
101.4K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 46 مرة ضمن armada mau dibawa kemana
قراءة
+مكتبة
Mencintai Musuh Ayahku

Mencintai Musuh Ayahku

bisik Karin sambil menggenggam tangan Reno. Reno tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat dingin. "Aku tidak sedih, Karin. Aku sedang menandai tempat ini. Tempat di mana Bramanto menggali kuburannya sendiri." Mobil-mobil itu melaju kencang menembus kabut pagi Jakarta menuju pelabuhan utara. Di dermaga pribadi, Kapal Pesiar 'The Great Naga' sudah menunggu dengan mesin yang menderu rendah, siap membawa mereka ke medan tempur yang sesungguhnya di Samudra Pasifik.
729 وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 25 مرة ضمن armada mau dibawa kemana
قراءة
+مكتبة
Lima Samurai Batavia

Lima Samurai Batavia

tanya Hide sembari melirik Hina. “Dan mengapa harus diberangkatkan ke kota-kota itu?” tambah Kazumi. “Ini perintah!” jawaban Takeshi begitu tegas. “Untuk Manado dan Tarakan, aku dengar dari intel kami bahwa kota itu akan menjadi pintu gerbang tentara Nippon memasuki Nusantara. Nanti, lawan kita tetaplah Belanda,” “Bagaimana dengan kota lainnya?” tanya Yuji.
107.2K وجهات النظرفي الانتظارأُضيف إلى المكتبة 166 مرة ضمن armada mau dibawa kemana
قراءة
+مكتبة
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

Akhirnya, ia bisa menghubungi orang yang bisa memberikan informasi dengan valid. “Halo, Angkasa!” panggilnya dengan terburu-buru. “Iya, Rain. Ada apa?” “Di mana Sea? Aku di rumahmu tapi gak lihat siapa pun?” “Sea ... sudah pergi ke AS, Rain. Bukannya dia sudah memberi tahu?” “Iya sudah. Jadwal keberangkatan jam empat sore, kan?” “Dia bilang begitu?” “Ya.”
9.714.5K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 550 مرة ضمن armada mau dibawa kemana
قراءة
+مكتبة
السابق
1
...
5678910
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status