Arimbi
pinta salah satu suster, Hanna mengangguk paham.
"Berikan cerminnya, Sus." Dokter itu meminta sebuah cermin, tersenyum lebar seakan puas dengan hasilnya. "Sesuai ekspetasi, sister. Sekarang, kamu bisa membuka mata perlahan."
Jantung Leo berdetak lebih cepat, memerhatikan bulu mata Hanna yang bergerak lambat. Menyaksikan reaksi terkejutnya saat melihat wajah Arimbi yang berada di dalam cermin. Dengan tidak percaya Hanna meraba segala sisi wajah itu, dan menggeleng keras.
Bab Populer