Berpisah Untuk Kembali
Aris bermonolog.
Aris buru buru menyelesaikan serangkaian perkerjaannya biar nanti bisa tepat waktu untuk jemput wanita yang kini sukses menguasai isi kepalanya. Daebak, bahkan kurang dari waktu yang ditentukan saja Aris sudah berhasil menyelesaikannya. Cinta memang pembangkit semangat yang nyata. Aris pun membereskan meja kerjanya dan langsung menyambar kunci mobil di atas nakas. Sebelum menuju bandara, Aris mampir dulu ke toko bunga, di sana pilihannya jatuh pada bucket bunga lily. Tak hanya itu yang dia bawa untuk menyambut kedatangan Hana, Aris pun membelikan coklat.
“Haaannn,” teriak Aris seraya melambaikan tangannya ke arah Hana. Hana pun melambaikan tangan balik ke arah Aris.