IBUKU PELAKOR
Biarpun masih lajang, adikku ini kelihatan piawai menggendong bayi.
"Males. Aku pulang karena kangen sama Kakak. Makanya langsung kesini," jawabnya sambil menimang-nimang Arsen. Arsen terus saja membuka mulutnya, tertawa tanpa suara, lucu sekali. Wajahnya terlihat sangat bahagia.
Dahiku berkerut mendengar jawaban Satria. Ada yang ganjil kurasa. Tapi apa ya?
"Kamu pasti lapar, Kakak masak dulu ya. Kakak jarang masak selama disini, paling ceplok telur menu andalan Kakak."