Amnesti Sang Eksekutor
"Aku tidak butuh cinta, Anindya. Aku butuh seseorang yang tidak punya tempat lain untuk pulang selain kepadaku. Dan malam ini, aku ingin kau menyadari bahwa rumahmu, duniamu, dan masa depanmu, semuanya berakar di sini. Di bawah kendaliku."
Aku merasakan desiran aneh di perutku. Bukan gairah yang menyenangkan, melainkan jenis keterikatan gelap yang membuatku membenci sekaligus menginginkannya. Arkana bangkit dari kursinya, berjalan memutar meja, dan berdiri di belakangku. Ia membungkuk, mencium puncak kepalaku, lalu tangannya merayap turun ke leherku, membelainya dengan ibu jari yang kasar.
Bab Populer