Tolong Perlahan, Dokter Nate!
Bau alkohol, asap rokok, parfum menyengat, bercampur menjadi satu dan membuat kepalanya sedikit pening.
“Iya, katanya memang di kelab malam,” jawab Silvi enteng sambil menyibak rambutnya. “Santai aja, Ar. Ini cuma pesta ulang tahun.”
“Tapi…” Ariel menelan ludah. Ada sesuatu yang tidak bersahabat di tempat ini, seperti tempat yang tidak menerima kehadirannya.
Sebelum ia sempat melanjutkan kalimatnya—
“Silviii!” teriak seseorang dari kejauhan.