Antara Kita Bertiga
Bibirnya mulai turun, menelusuri rahangku, turun ke leher yang berdenyut, singgah di tulang selangka, hingga menjilat kulit sensitif di puncak dadaku.
Aku langsung melengkungkan punggung, melepaskan erangan panjang yang menggema di kamar yang sunyi itu.
"Kamu cantik sekali, Sherine," bisik Johan serak, tangannya meremas pantatku dengan kuat hingga meninggalkan sensasi panas yang membakar.