Belenggu Rumah Darah
"Kita nggak akan biarin mereka ambil lo. Lo harus kuat, Laras."
Arga, dengan linggis di tangan, melangkah maju dengan penuh tekad. “Kita harus tutup pintu itu. Kalau mereka terus terbuka, kita nggak akan bisa keluar.”
Dia berlari menuju salah satu pintu yang terus terbanting keras. Begitu dia menyentuh pegangan pintu itu, hawa dingin yang luar biasa menyerang tangannya, seolah-olah pintu itu memiliki kesadaran sendiri, menolak untuk ditutup. Dia menarik napas panjang dan dengan sekuat tenaga mencoba menutup pintu itu, tapi seketika pintu lain di ujung ruangan membuka lebar, seolah-olah ruangan ini bermain-main dengan mereka.
Hot Chapters