Istri Juragan Jagatnata (His by Law, Never by Love)
Jagat hanya mengangguk kaku.
Mereka duduk di atas tikar pandan usang yang disimpan Jagat di bagasi. Di sekeliling, ladang yang menghampar seperti permadani gelap. Dari kejauhan, lampu desa hanya tampak seperti titik-titik kuning yang mengambang. Jagat duduk bersandar pada batu besar, sementara gadis di sampingnya duduk bersila, jaraknya hanya sejengkal. Angin membawa aroma rumput basah dan tanah yang masih menyimpan embun malam. Sukma memeluk lututnya, menoleh pelan ke arah suaminya yang tetap diam. Matanya menatap pria itu lama. Dari rahang kokoh, leher yang tertutup kerah kemeja, hingga sorot mata yang tidak pernah benar-benar terbaca. Lalu, tiba-tiba ia bersuara.
“Mas tau tidak?" ujarnya