GAIRAH MASA LAJANG
Bi Lastri memandang aku berlalu yang usia ku hanya terpaut beberapa tahun saja dari putranya, hingga ke luar dari pintu pagar rumah mewah itu.
Sepeninggalnya aku, Bi Lastri nampak bermenung di dalam kamarnya, ia seakan tak percaya dengan semua yang terjadi beberapa menit yang lalu, kejadian itu datang secara tiba-tiba tanpa ia rencanakan dan duga sebelumnya, jika dianggap itu mimpi kenyataannya saat itu ia tidak sedang tertidur, benar-benar ia tak bisa berfikir jernih dan tak mampu menolak saat kebutuhan batin menyesak ingin segera terpenuhi.