Di Ujung Senja
Namun sayang, ada pria lain yang mungkin lebih tepat disandingkan dengan sosok itu, dan pria itu bukan Adnan!
“Semoga kamu bahagia dengan dia, Re!”
***
Redita menatap bulir air hujan yang menetes begitu deras. Ia paling benci kalau pas pulang dan harus hujan seperti ini. Dia sih bawa jas hujan di jok motornya, Cuma kalau jalan dari tempat dia berdiri sampai ke parkiran tanpa payung ya sama aja basah kuyup kan? Tidak ada solusi lain! Akhirnya ia memilih untuk bersandar di tembok sambil menatap rintik air hujan yang begitu deras ini, mana di tasnya ada laptop lagi, jadi rasanya lebih aman kalau dia menanti hujan sampai reda bukan?