Cinta Yang Lain
Aroma melati yang basah oleh embun berpadu dengan wangi kenanga, menciptakan harmoni kedamaian yang meresap hingga ke relung jiwa.
Udara terasa begitu tenang. Sejuk. Teduh.
Persis seperti perasaan yang sedang mendekap hati Ayla.
Di depan cermin besar, Ayla merapikan gaun hamil berwarna pastel yang membalut tubuhnya dengan anggun. Perutnya yang kini kian menonjol bukan lagi pengingat akan beban, melainkan simbol kemenangan cinta yang berhasil tumbuh di atas puing-puing badai. Ia mengikat rambutnya dengan pita krem, membiarkan beberapa helai jatuh membingkai wajahnya yang kini berseri—sebuah cahaya yang hanya dimiliki oleh wanita yang merasa dicintai seutuhnya.