DOKTER CANTIK VS MAFIA HYPER
"Aku tidak tahu, sayang. Sungguh, aku tidak tahu."
Liana memejamkan mata, air mata baru kembali mengalir. "Ini terlalu banyak untuk satu malam. Terlalu banyak."
Arlion memandangi adiknya dengan perasaan campur aduk. Dia melihat kemiripan yang tak terbantahkan sekarang—bentuk mata, cara mengerutkan kening, semuanya mengingatkannya pada ibunya, Lilian.
"Liana," panggilnya lirih, langkahnya maju perlahan. "Maafkan aku... maafkan kami semua. Aku tahu ini kacau, tapi... aku senang akhirnya menemukanmu."