APA KABAR MANTAN ISTRIKU?
“Mahe sering nonton yang versi bahasa inggris di tivi digital, Mas. Dia mau menyebut versi bahasa inggrinya, fire, tetapi kan dia masih cadel, ya, jadinya, faya. Kalau Daffa suka nonton versi bahasa Indonesianya, dia manggilnya madam, dari kata mobil pemadam.”
Aku menatap wajah manis yang tampak semakin menawan itu ketika menjelaskan. Tak terasa senyum pada kedua sudut bibirku mengembang. Ah, andai saja ada kesempatan kedua?
Aku menggelengkan kepala dan menghembuskan napas kasar. Mencoba menepis harapan yang berkelebat kembali. Bukankah aku sudah pada tahapan mencintai paling tinggi yaitu merelakan? Ah, kadang hati secepat itu berubah pendirian. Tetap saja ketika melihat seperti ini kembali
Sikat na Kabanata