Manjakan Aku, Kak!
Rambut Clara yang hanya diikat asal, wajahnya yang tanpa make-up dan sembab, serta jaket Gavin yang masih dipakainya.
Senyum Vanya berubah menjadi tatapan meremehkan yang sangat kentara.
"Gavin, siapa ini? ART barumu?" tanyanya dengan nada tanpa dosa, namun sangat tajam.
"Wah, kau rajin sekali ajak ART-mu belanja ke tempat seperti ini. Biasanya kan mereka belanja sendirian sama sopir?"
Deg. Jantung Clara serasa dihantam palu godam.
Clara menarik tangannya dari keranjang belanja, langkahnya surut secara otomatis. Kata "ART" itu bergema di kepalanya, memicu rasa insecure yang selama ini dipupuk oleh keluarga besar Pratama.