Babu Jadi Menantu
"Itu, tetehmu masih mual-mual, enneg katanya. Masih terbayang di kepalanya."
"Emang ada apaan, Bu? Di kepala Teh Parni?"
Anton menyeringai. Mulai lagi deh, kumat.
"Itu bangkai tikus tadi, Mi. Tetehmu keingetan terus," sahut Bu Parti, sambil memberi penekanan pada kalimatnya.
"Oh, iya atuh, Bu. Kalau keingetan itu di kepala, masa di kuping!" Parmi menyeringai, sedangkan Anton dan Bu Parti tertawa mendengar ucapan Parmi yang masih saja tidak nyambung.
Bab Populer