Aroma Dalam Mimpi
“Pastikan dia tetap hidup. Tapi pastikan juga dia tidak bisa tidur tanpa mimpi buruk tentang malam ini. Beri dia dokter. Tapi bukan yang menyembuhkan… hanya cukup untuk membuatnya tidak mati.”
Kemudian, dengan tenang dan tanpa menoleh lagi, Mr. Marchand membersihkan ujung tongkatnya dengan sapu tangan putih, meninggalkan noda merah yang menyebar perlahan. Ia menyisipkan tongkat itu kembali ke tempatnya, dan melangkah kembali ke mejanya, seperti seorang maestro yang baru saja menyelesaikan simfoni kekejaman.
Di belakangnya, hanya terdengar suara lirih rintihan, denting tetesan darah, dan aroma besi yang memenuhi udara, sebuah pengingat bahwa kegagalan bukan hanya aib di mata Mr. Marchand.
Hot Chapters