Rawon Daging Ayah Mertua
Seandainya saja di rumahku bisa se adem dan setenang ini tentu saja aku akan sangat bahagia, tapi semua itu hanya khayalan belaka diaman semuanya berbanding terbalik di sana.
"Nak Janah sudah makan? ayok makan di sini saja! Tadi Mak buatkan sup ikan sama sambal terasi buat Imron masih sisa banyak di dapur," ajak Makanya Imron ramah.
"Terima kasih, Mak bukannya Janah menolak rejeki, tapi baru saja Janah habis makan sebelum bertemu Imron di pos ronda tadi, ini saja bekal Janah masih sisa satu bungkus, Mak," tolak ku halus, sungkan rasanya bila harus makan juga di tempat Imron tak enak rasanya dengan segala kebaikan mereka semua.