Dimanja Suami Kontrakku
Tatapan seorang ibu yang sedang menahan banyak hal, ada bangga, lega, takut, dan cinta yang terlalu penuh untuk dimasukkan ke satu kalimat.
“Kamu enggak kecapean, kan?” tanyanya akhirnya, lembut.
“Enggak, Ma,” jawab Anita jujur. “Aku malah … kenyang sama rasa bahagia.”
Mama Ayara tersenyum—senyum yang tidak lagi cerewet, tidak lagi mengatur.
Lalu, tanpa aba-aba, ia memeluk Anita.
Pelukan ibu mertua yang kali ini terasa seperti pelukan ibu kandung—erat, protektif, dan penuh restu.