Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Empat dari Lima Bedebah

Empat dari Lima Bedebah

bentak sang manajer, kumis tipis yang hidup di atas bibirnya berdenyut kegirangan seakan majikannya telah mengatakan sesuatu yang begitu hebat. Galang hanya menghela napas panjang, ia sebenarnya sudah tahu akan menjawab apa orang di hadapannya ini. Dia kemudian berdiri dari kursi lalu berjalan mantap ke belakang punggung sang manajer, mengambil untaian kabel yang melilit tangan si manajer lalu mengupas karetnya hingga kawat dari kabel tersebut terlihat. Galang melilitkan tembaga tersebut ke mulut sang manajer lalu ke lehernya dan ke tubuhnya. Ia sempat berontak namun tenaga Galang jauh lebih kuat dan kasar.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai arti nama galang rambu anarki
Baca
+Pustaka
Pusaka Warisan Empu Herbal

Pusaka Warisan Empu Herbal

Nararya berdiri tegak dengan pedang terangkat tinggi, sementara Aksana menyeringai lebar, menatap sepupunya dengan kilat mata yang memancarkan kebencian murni dan kehausan kuasa yang tak terbatas. "Kau pikir kegelapan ini berpihak padamu, Nararya?" suara Aksana memecah keheningan malam buatan, terdengar tajam dan memantul di dinding-dinding panggung ritual. "Padang Galuh adalah milik mereka yang berani merebutnya, bukan milik pengecut sepertimu yang berlindung di balik rok undang-undang lama!"
10378 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai arti nama galang rambu anarki
Baca
+Pustaka
GODAAN CINTA ADIK MUSUHKU

GODAAN CINTA ADIK MUSUHKU

Napasnya memburu, matanya liar memindai kegelapan. "Bang Margo... perasaan gue nggak enak," bisik Galang dengan suara bergetar ketakutan. "Isu di pasar, Aris itu mantan polisi lapangan yang sering numpas geng motor sendirian. Kita cuma disuruh bakar, Bang... kalau orangnya keluar gimana?" Margo menempelkan puntung rokoknya ke dinding ruko, lalu meludah sembarangan. Arogansinya membuncah, sama sekali tidak mengindahkan ketakutan bawahannya.
10163 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai arti nama galang rambu anarki
Baca
+Pustaka
CEO Galak Itu Mantan Pacarku

CEO Galak Itu Mantan Pacarku

Karena memang semua departemen disini berada dibawah pengawasannya. Kemudian Raya kembali mengangkat kepalanya dan menatap lekat kepada manik mata lelaki yang mengaku bernama Herlambang itu. Untuk kedua kali nya dalam satu hari ini. Lelaki yang dijuluki CEO Galak itu benar-benar gugup dibuatnya. "Kau mengingatkanku dengan seseorang." Degg!!
5.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai arti nama galang rambu anarki
Baca
+Pustaka
PENARI ITU WANITAKU

PENARI ITU WANITAKU

Flora masih terdiam bingung. Di dalam ruangan, Veekit bisa melihat semua bagian acara hancur lebur diikuti suara riuh beberapa orang yang keluar berlarian dari gedung itu. Veekit mempertajam tatapannya ke arah ruang tengah dimana terjadi baku hantam antara banyak penjaga menggunakan pistol. Darah memercik dimana-mana. Kenapa semuanya terkesan buru-buru? Ini terlalu cepat dari rencana, pikirnya. Veekit beralih ke arah wanita wanita yang dia kenal yang meminggir dan dilindungi oleh vandes dan Sani. Sookit mamanya ada disitu begitupun dengan Amilia. Sementara Sean, akila, calon mertuanya, dan juga Andes ternyata ikut dalam peperangan malam itu. Veekit kehabisan ide ingin membantu dan memulai da
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai arti nama galang rambu anarki
Baca
+Pustaka
Aku Bukan ART Keluargamu

Aku Bukan ART Keluargamu

Saat bertemu dengan Narita dan Bima, Anggun langsung mengecup punggung tangan mantan calon mertua. "A-pa ka-bar, Ang-gun?" sapa Narita dengan ucapan yang terbata-bata. "Alhamdulillah Baik, Bu. Ibu cepat sembuh, supaya kita bisa ngobrol lagi seperti yang dulu." Tampak kedua mata Narita berkedip sebagai tanda kalau dia menyetujui perkataan Anggun.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai arti nama galang rambu anarki
Baca
+Pustaka
Tunanganku Menyesal Setengah Mati

Tunanganku Menyesal Setengah Mati

"Pak polisi, lihat. Dia bahkan sudah ditipu, tapi masih membela gelandangan miskin seperti itu. Jelas-jelas otaknya sudah nggak jernih." Dengan gerakan anggun, Stanley merapikan manset kemejanya yang berhias batu permata, menampakkan jam tangan edisi terbatas di pergelangan tangannya. Dia bahkan sengaja menunjukkan mobil mewah di belakangnya. Sebagai tuan muda keluarga mafia, dia tak bisa membongkar identitasnya secara terang-terangan, tapi siapapun yang melihatnya pasti tahu dia berasal dari keluarga konglomerat yang sangat berkuasa.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai arti nama galang rambu anarki
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Membuat Madu Lanang, Batara Anjar Rasa, dan Jalamada menganga menyaksikan. Hal itu karena mereka belum pernah menemukan ada seorang penguasa yang sangat berpengaruh seperti Galuh. “Bangkitlah!” ucap Galuh sembari mengibaskan tangan. Nada suaranya begitu sangat berwibawa bahkan sampai membuat Lintang dan Arga merinding mendengarnya. “Sesuai kehendakmu, Yang Mulia,” semua penguasa serentak bangkit dan kembali duduk pada kursi yang telah disediakan.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai arti nama galang rambu anarki
Baca
+Pustaka
Si Paling Galak, Tapi Hanya Manis di Depanku

Si Paling Galak, Tapi Hanya Manis di Depanku

Tak jauh dari mereka, Arya Dirgantara—cowok populer yang wajahnya sering jadi bahan gosip di grup mahasiswa baru—bercanda dengan Elvano Jatmika yang jenaka. Sementara itu, Dewa Pradipta terlihat duduk sendirian di bangku taman, wajahnya seperti menantang siapa pun yang berani mendekat. Satya Narendra, cowok kalem berkacamata, datang paling akhir. Tangannya membawa buku filsafat, langkahnya santai tapi pasti. Seolah semesta sengaja mempertemukan, nama mereka dipanggil di pengeras suara:
10731 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai arti nama galang rambu anarki
Baca
+Pustaka
Duda Pilihan Mama

Duda Pilihan Mama

Seulas senyum tergambar di wajah tampannya. “Lagi mikirin apa sih, Mas?” tanya seseorang yang tak lain adalah Anessa. Dia lantas mempercepat jalannya dan memeluk pinggang kakaknya dengan manja. Galang menghela napas panjang dan menggeleng. “Enggak ada yang dipikirkan kok. Cuma lagi gabut aja,” terang laki-laki yang mirip dengan Arlonsy Miraldi itu. “Terus? Kenapa ngelamun? Enggak baik tahu ngelamun gitu,” cerocos Anessa.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai arti nama galang rambu anarki
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status