Nayla
Nayla menghela nafas, ada yang lebih mengganggu pikirannya.
"Gue mau cerita. Ada yang kenal Dimas nggak? Dimas..." Nayla mencoba mengingat.
"Dimas Arkana," sebut Tina santai, lalu menyerup es teh manisnya.
"Iya iya. Dia ngajakin gue jalan. Gila nekad banget kan? Tiba-tiba muncul terus ngasih tau namanya. Dikira gue apaan langsung diajak jalan." Nayla berdecak, "Eh, lo kenal dia Tina?" Nayla menatap Tina yang masih santai menyedot teh manis.