Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BENALU

BENALU

Bab 33 Lumayan (Pov Bu Citra) "Nah...gitu dong, Bu. Kalau nggak punya uang, nggak usah deh sok-sok an pakai beli banyak segala. Hidup itu yang pasti-pasti aja deh, Bu, hahaha." Seorang pekeeja di warung soto ini, yang bagiannya mencuci piring, malah dengan pongahnya mengejekku. Saat itu, kami bersama sedang mencuci tumpukan piring dan gelas, serta berbagai perabotan dapur. "Mulutmu itu dijaga ya! Jangan ngomong asal nyeplak aja! Aku ini orang kaya asli, beda sama kamu yang kismin!" ucapku sengit sembari tetap terus mencuci.
30.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai arti nelongso atiku
Baca
+Pustaka
Ajari Aku Salat

Ajari Aku Salat

Zahra mengangguk. “Bagaimana kalau namanya Airlangga? Itu salah seorang raja yang bijak.” Marc mengagngguk. “Boleh, Airlangga Elroy Allard. Terdengar macho.” Ziya tertawa mendengar kakak iparnya demikian narsis. Suster membawa tubuh Airlangga yang anntinya akan dipanggil Erlang. Tubuh mungil itu ditengkurapkan di sebuah papan untuk dibersihkan. Terlihat suster itu telaten membersihkan sisa lendir yang masih menempel di tubuh bayi. Dia menangis sangat kuat, sehingga Marc mendekati suster itu.
1033.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai arti nelongso atiku
Baca
+Pustaka
INTAN (Sekuat Hati yang Terkoyak)

INTAN (Sekuat Hati yang Terkoyak)

"Wah ... ada lontong sayur. Kelihatannya enak nih. Apalagi ada sambel gorengnya. Tumben Tante masak, kayaknya tadi nggak ada aktifitas di dapur?" "Ck ... bukan Tante yang masak. Ini dari Bu Amarita." "Bu Amarita? Siapa yang antarkan sepagi ini?" "Anaknya lah. Itu yang cantik," jawab Novita seraya melirik sekilas pada Abraham yang acuh dan terlihat terlalu fokus pada sarapannya. "Ola atau Maya?" "Ola. Cantik kan dia Dhar?" Dharma mengangguk. "Cantik sih. Seksi bodynya. Bohai seperti gitar Spanyol."
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai arti nelongso atiku
Baca
+Pustaka
Pena Ajaib

Pena Ajaib

Si kakek tua itu langsung melirik ke arah suara decitan pintu yang dibuka oleh cucunya, Ocin. "Ocin, kamu dah pulang, Nak. Tumben sekali agak terlambat," ucap kakek Ocin yang bernama Darto itu. Ocin seketika menyalami tangan kakek Darto. Matanya yang sudah agak kurang jelas dalam melihat, kulitnya yang sudah keriput, dan juga pendengarannya yang sudah mulai memburuk adalah pertanda kakek Darto sudah termakan usia. Salah satu alasan utama yang mungkin masih Ocin pertahankan hingga sekarang meski dirinya selalu dibully oleh si trio kopet dan tidak memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri yakni adalah keberadaan kakek Darto, satu-satunya manusia yang benar-benar menerima Ocin apa adanya. Wajar
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai arti nelongso atiku
Baca
+Pustaka
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

batin Elang geli. Elang menunggu sampai Kailan selesai dan keluar dari arena dingdong sambil menggendong tas sekolah yang berat. Elang mengikutinya. Kailan berjalan menuju sebuah toko servis komputer kecil di ruko sebelah: "SANTOSO KOMPUTER - SERVIS & RAKIT PC". Elang masuk ke toko itu. Seorang pria paruh baya, ayah Kailan sedang sibuk menyolder motherboard.
10901 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai arti nelongso atiku
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

“Tapi kau selalu memberikan tenaga dalammu terlalu banyak.” “Tidak ada yang terlalu banyak demi nyawa seseorang. Apalagi engaku.” Long Wei bangkit dari duduknya, menghampiri api unggun yang terdapat dua daging kelinci besar. Dia sedikit mengumpat karena sudah agak gosong. “Sekarang makan.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai arti nelongso atiku
Baca
+Pustaka
ANYELIR KUNING

ANYELIR KUNING

tanya seorang Bapak tua terlihat ragu di atas motor Astrea keluaran tahun 1991. "Iya, Pak," jawabku memperlihatkan deretan gigi. "Loh benar, Nak Aling?" tanyanya lagi seakan tak percaya. "Iya Pak, ini Aling. Aling anak Ibu Pessa." "Wah. Nak Aling kenapa baru pulang sekarang, Nak? Langit sudah besar, Ia tumbuh dengan sehat dan gagah seperti Ayahnya. Kalau Bapak tidak salah sudah mau tamat SD."
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai arti nelongso atiku
Baca
+Pustaka
AKU BUKAN BENALU

AKU BUKAN BENALU

"Males pulang Nit aku rasannya." "Ya udah disini saja sampai sore, aku juga sendirian di rumah. Suamiku lagi dinas ke luar Kota." "Jadi ini alasan kamu kerja? Dari penampilanmu kulihat barang branded semua." "Branded apanya Ning, ini semua kan produk lokal. Masih buatan Indonesia." "Iya memang made in Indonesia, tapi jarang ada yang mampu beli karena harganya selangit." "Bisa saja kamu Ning, sebenernya aku jadi penulis novel di platform online Ning. Lumayan buat jajan Lumpia, ada juga beberapa novel yang udah terbit."
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai arti nelongso atiku
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

Arrggh Next?
9.949.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai arti nelongso atiku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status