Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali

Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali

Suaranya mulai serak dengan degupan jantung yang mulai tidak teratur. Ia memijit hidung, menahan pusing yang datang tiba-tiba. “Apa yang kalian bakar?” tanya Deon, suara mulai berat. “Aku mencium bau yang tidak biasa.” Para pelayan berhenti sejenak. Salah satu dari mereka memutar tubuh untuk mengecek keadaan tamunya. Kepalanya menunduk lebih dalam. “Maaf, Tuan. Itu adalah aromaterapi dari tuan kami. Untuk menenangkan pikiran. Silakan ikuti kami menuju ke kamar di mana Amara sedang tidur di sana.”
1057.2K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as arti pamper
Show Reviews (15)
Read
+Library
Runayanti
Terima kasih atas dukungannya semua pembaca setiaku. Thor akan memberikan yang terbaik untuk novel Pak Deon ini. Yang sabar ya kalau sedang emosi sama si Bella atau rindu sama Jannah. Semua ada ritme ceritanya. Semangat🫶
Ikke Kodilla
kalo bela sampe sembuh dan jadi nikah sama deon aku stop bacanya gamau liat jannah menderita terus padahal temen2nya udh banyak berkorban demi jannah tapi pada akhirnya harus liat deon dan bella jadi nikah aku STOP gamau lanjut daripada makan ati terus bacanya
Read All Reviews
Gairah Sahabat Suami

Gairah Sahabat Suami

Itu spontan terjadi pada siapapun mungkin wanita yang sedang dipompa miliknya dengan benda berurat. "Yaahh benar ummm shhh ahh ahhh ahhh seperti itu sayang. Keluarkan suara kamu jangan malu malu aaahh ahhh ahhh ini benar-benar nikmat lubang kamu sempit dan menjepit milikku. Kamu benar-benar pintar sayang. Ini pasti membuat pacarmu ketagihan aahh ahhh shhh aku juga ketagihan Aaaaa Aaaaa ahhh ahhh shhh shhh," Kini pompaan dari benda berurat milik Arya makin cepat menghujam belakang kenikmatan Amara. Rasanya benar-benar bikin meluap lupa dan Amara benar-benar menyukai cara Arya yang sedikit kasar dengan dirinya.
17.0K viewsCompletedAdded to Library 391 Times as arti pamper
Read
+Library
DENDAM AMARA

DENDAM AMARA

Dia benar-benar akan menyadarkan di mana posisi perempuan itu sebenarnya. *** Kampus hari itu benar-benar dibuat gempar oleh Amara. Penampilan barunya membius semua orang. Sangat berkelas dan elegan. Amara memang cukup populer sebelumnya. Gaya berpakaiannya memang sedikit tidak enak dipandang apalagi kepribadiannya. Tapi bukan berarti wajah cantiknya tidak ada yang menyadari.
376 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as arti pamper
Read
+Library
PESONA PAMAN TAMPAN

PESONA PAMAN TAMPAN

"Tidak perlu, Tuan. Saya hanya meminta Agar anda lebih memerhatikan lagi Kimberly! Dia masih terlalu kecil untuk mandiri.” Adrian tersenyum lembut. “Baiklah. Nanti malam saya tunggu kedatangan Anda,” ujarnya. “Sampai jumpa kembali!” Tamika mengangguk sopan. “Kalau begitu, saya pamit permisi, Tuan. Semoga lekas sembuh," ucap Tamika tersenyum lembut. Dia masuk ke dalam mobilnya. "Sampai jumpa lagi, paman tampan!" gumamnya pelan.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as arti pamper
Read
+Library
KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

“Ya. Bukan harus di Amaroo, tapi di tempat tenang dan privat lainnya. Seolah-olah kita berhenti sejenak dari hiruk pikuk hidup.” Amelia menoleh dan mencium pipi William. “Setuju banget. Tapi aku yakin tempat kayak Amaroo akan susah dikalahkan.” Menjelang sore, mereka mengikuti sesi artisanal bath ritual, pemandian bunga dengan campuran garam mineral dan minyak aromaterapi. Bathtub di outdoor disiapkan penuh kelopak mawar, lavender, dan jeruk. Di sebelahnya, disediakan dua gelas wine putih dan piring kecil berisi dark chocolate.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as arti pamper
Read
+Library
Asmara dalam Prahara

Asmara dalam Prahara

Tidak ingin mengganggu privasi tuan dan nyonyanya. “Kalau Bu Amara perlu apa-apa, saya ada di depan,” pamitnya. “Baiklah. Terima kasih, ya,” sahut Amara seraya tersenyum tipis. Begitu pintu menutup di belakangnya, perempuan itu mendekat ke ranjang tempat Bram berbaring. Lelaki itu sedang memandang keluar jendela. Bram bertelanjang dada dengan perban di dada dan lengan kirinya. Sebuah jarum infus tertanam di punggung telapak tangan kanannya.
1019.7K viewsCompletedAdded to Library 530 Times as arti pamper
Read
+Library
Bukan Sekelumit Sesal

Bukan Sekelumit Sesal

Begitu juga sentuhan dan kelembutan dari pagutan yang membuatnya sejenak melupakan apapun. Sementara Akram yang masih menggosok rambutnya yang penuh dengan busa shampo menggigit bibir bawahnya. Bayangan ketika bibir istrinya bergerak menyambut pagutannya membuatnya terdiam. Aram bertekad akan mengulanginya lagi malam ini. Jika tidak, mungkin dirinya tidak bisa tidur dengan nyenyak. “Yang halal ternyata lebih berasa,” batin Akram buru-buru menyiram tubuhnya. ###
9.29.3K viewsCompletedAdded to Library 363 Times as arti pamper
Read
+Library
Suara Desahan Di Kamar Iparku

Suara Desahan Di Kamar Iparku

Tentu saja dengan terus bergelayut mesra di tubuh pria itu sembari memainkan jemari tangannya di atas dada bidang Pak Akbar yang masih terbalut kemeja kerja. "Meminta apa? Katakan saja, apa pun akan aku berikan untukmu." Pak Akbar mencubit kecil dagu Amanda karena gemas. Dia suka kalau Amanda sudah berubah mode menjadi perayu seperti itu. "Emm, aku butuh uang untuk biaya perawatan tubuh dan wajah ini ke salon. Skincare ku juga sudah hampi habis, Honey." Amanda semakin giat dalam menggoda. Bahkan wanita itu sudah tak lagi memanggil Pak Akbar dengan sapaan formal.
9.61.2M viewsCompletedAdded to Library 39.9K Times as arti pamper
Read
+Library
PAWANA

PAWANA

Aku berusaha bersikap tak acuh dan mulai bersiap ke sekolah. Pagi ini lagi-lagi aku melihat Satpam dengan senyum cerianya menyambut para siswa dengan tawa. Ah, bapak ini benar-benar orang yang periang. Aku mencoba menyapanya. "Pagi, pak!" ucapku. Beliau melihatku dengan senyum sambil menjawab "Selamat pagi.... Azkaaaayyyraaa! Belajar yang baik ya!" jawabnya seraya membaca namaku yang terpampang jelas di papan nama seragamku. Di kelas, aku melihat Alin sedang duduk memandangi handphone-nya.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as arti pamper
Read
+Library
PESONA

PESONA

Para artis pun langsung mengambil tempat duduk dan mengeluarkan riasan mereka agar bisa memperbaiki riasan yang sudah luntur selama satu jam perjalanan. Nandini sendiri sudah bangun dan kini sedang menatap perkebunan teh yang sangat luas, hijau, sejuk, dan indah. Ia tak mau melihat bagaimana sibuknya para kru film dan artis itu, lebih baik ia berkeliling melihat perkebunan teh. Kakinya pun mulai melangkah untuk menyusuri perkebunan teh ini. Di sisi lain, Tama sedang sibuk membaca script karena ia tak perlu merias dirinya lagi, ia merasa masih segar dan riasan sewaktu berangkat masih ada bahkan tak hilang di dari pipinya. "Ayo para pemain, kita mulai syuting!"
1016.0K viewsOngoingAdded to Library 639 Times as arti pamper
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status