Terpaksa Jadi Pacar
"Elu, ya. Di meja makan jan ngebanyol, deh."
Ari tak lagi menjawab. Ia hanya memberi gestur hormat layaknya pasukan paskibra yang memberi laporan pada ketua. Tanpa menunggu, ia menyantap hidangan dengan lahap hingga tak bersisa.
Tarissa yang sudah menghabiskan sarapannya pun hanya bisa menahan tawa. Meski sederhana, Ari bisa membuatnya merasa nyaman.
Padahal, sebelumnya ia bahkan begitu risi saat melihat orang makan dengan porsi tak wajar. Bukan tanpa sebab, karena saat melihat bad attitude di meja makan, ia teringat akan sang ibu yang juga serampangan.
Hot Chapters