My Game Boyfriend
"Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja terbayang rasanya di lidahku. Rasanya seolah-olah aku harus memakannya sekarang juga, kalau tidak... rasanya tidak tenang saja."
Melati menurut saja, meski harus berjalan agak jauh ke pasar tradisional untuk membeli pisang kepok yang pas. Namun saat Arthur menyantapnya, ekspresinya berubah menjadi sangat bahagia—matanya terpejam rapat, senyumnya merekah lebar, dan ia mengangguk-angguk puas seolah sedang memakan hidangan paling lezat sedunia.
"Enak sekali," gumamnya setelah menelan suapan ketiga. "Rasanya seperti ada yang kurang kalau tidak makan ini."