Ada rasa penasaran yang menggelitik setiap kali orang membahas 'Terima Hukumanmu, Sayang'. Novel ini memang meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pembaca, termasuk aku. Penulisnya, Djenar Maesa Ayu, dikenal dengan gaya bercerita yang blak-blakan dan penuh emosi. Tapi sejauh yang kuketahui, belum ada sequel resmi yang diterbitkan. Mungkin karena ceritanya sudah cukup kuat berdiri sendiri, dengan ending yang memang dirancang untuk membuat pembaca merenung.
Justru di situlah keunikannya—kadang karya yang 'berani' seperti ini sengaja dibiarkan terbuka untuk interpretasi. Kalau mau mencari bacaan dengan nuansa serupa, coba eksplor karya lain dari penulis yang sama, seperti 'Mereka Bilang, Saya Monyet!'. Rasanya lebih memuaskan ketimbang menungkap sequel yang mungkin tak pernah ada.