Ada suatu malam ketika teman sekamarku tiba-tiba menghilang tanpa jejak selama tiga hari. Semua orang panik, termasuk keluarganya yang sampai melaporkan ke polisi. Yang bikin merinding, dia kembali dengan cerita bahwa dia 'terjebak' di sebuah warung kopi tua di pinggir kota, meski kita semua tahu tempat itu sudah tutup tahun lalu. Dia bersikeras bahwa pemiliknya—seorang nenek—memaksanya minum kopi hitam pekat sambil bercerita tentang masa perang. Anehnya, di telapak tangannya ada bekas luka bakar berbentuk lingkaran, persis seperti dasar cangkir kopi. Sampe sekarang, setiap lewat daerah itu, dia selalu memutar jalan.
Aku sendiri nggak pernah bisa move on dari kejadian itu. Kadang aku kepikiran, apa dia cuma ngelindur atau benar-benar mengalami sesuatu di luar nalar. Yang jelas, sejak kejadian itu, dia jadi sering banget ngeliat bayangan di sudut ruangan, terutama pas malem. Pernah suatu kali aku tanya detail, dia cuma geleng-geleng sambil bilang, 'Jangan tanya, nanti kamu ketarik juga.'