Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sunshine In The Rain

Sunshine In The Rain

"You betrayed me, Steven! Twice! Again!" Steven menunduk, pria itu mengangguk. "Yes, i know it. I really sorry." Pria itu menunduk. "No matter how much i love you, you still hurt me! You're still a traitor, Steven!" makinya. "Sorry," ucap Steven sekali lagi yang justru membuat Arthemis bertambah muak. Pria itu hanya bisa mengucapkan maaf seolah itu adalah hal yang bisa diselesaikan dengan kata maaf. Seolah kata maaf itu sendiri hanya bermakna kosong.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai arti sorry
Baca
+Pustaka
Sad Boy

Sad Boy

Air mata ini kian jatuh. To Be Continue....
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai arti sorry
Baca
+Pustaka
Wanita Pilihan Sang Pewaris

Wanita Pilihan Sang Pewaris

Pekik Aditya kesakitan. “Berhentilah mengucapkan omong-kosong, apakah menurutmu aku tidak mengetahui apa saja yang sudah kamu lakukan? Kamu tidak hanya mengganggu keluarga istriku, kamu juga telah menyakiti mendiang Paman Efendi. Yang lebih membuatku merasa kesal, karena kamu telah menyakiti Bima, Utari dan juga Hendro, tiga orang yang sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri!” Bentak Arthur dengan wajah yang sangat marah. Aditya memegang dadanya yang masih terasa sakit karena tendangan Arthur, dia tidak menyangka jika Arthur masih hidup dan mengetahui semua aksinya selama ini.
1025.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 831 kali sebagai arti sorry
Baca
+Pustaka
Wait At 24

Wait At 24

Tiba-tiba ada satu chat menyapa yang cukup membuat hati panas. - Aryo Respati : Beeeeb, maaaaf motor dipinjam ayah. Hp error banget, tombolnya gak berfungsi. - Artria Maharani : Ya. Gpp - Aryo Respati : Kamu udah pulang kan? - Artria Maharani : Masih di kampus, nungguin kamu - Aryo Respati : Aduh, gimana dong?
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai arti sorry
Baca
+Pustaka
SAD BOY

SAD BOY

Ucap Bram, Suami Kiara. "Bersabar katamu?. Biar kuberitahu padamu bahwa setiap kesabaran ada batasnya" ketus Kiara. "Aku sedang tidak punya apa apa sekarang ini. Jadi, berdoalah agar kota ini lekas membaik. Ini juga demi Alex. Anak kita" "Kota ini akan hancur Bram, kita harus segera pindah. Aku sudah cukup sengsara dengan krisisnya ekonomi kota ini, aku tidak sanggup lagi"
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai arti sorry
Baca
+Pustaka
Bersinar setelah Diselingkuhi

Bersinar setelah Diselingkuhi

Ia tetap menatap mata wanita itu yang masih menyisakan sisa isak tangis, binar hangatnya kini penuh dengan penyesalan. "Maafkan aku untuk yang tadi pagi," bisik Arthen pelan, mengusap sisa air mata di sudut mata Lucia sembari mengabaikan keriuhan kru dan bisik-bisik kagum dari orang-orang di sekitar mereka. "Aku yang terlalu egois."
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai arti sorry
Baca
+Pustaka
Cahaya Cinta di Langit Pesantren (Cinta dalam Balutan Doa 2)

Cahaya Cinta di Langit Pesantren (Cinta dalam Balutan Doa 2)

gumam Athar. “Aku minta maaf, Kang. Atas ucapan kasarku tempo hari. Aku mengatakannya karena emosi, tolong, maafkan dan jangan dimasukkan ke dalam hati, Kang.” Azril mulai memulai membuka obrolan. “Ya Allah, Gus. Jenengan tidak usah seperti ini. Saya sudah memaafkannya,” ucap Athar tersenyum tulus.
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 535 kali sebagai arti sorry
Baca
+Pustaka
Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku

Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku

“Tapi anak itu tidak bersalah.” Arya menoleh, kaget mendengar ucapan itu. “Wajahnya mirip sekali dengan kamu waktu muda,” lanjut Arsita, senyumnya getir dan dipaksakan. “Aku menangis bukan hanya karena kamu mengkhianatiku. Tapi karena aku merasa dunia ini tidak adil. Kenapa harus aku yang menanggung semua aibmu?” Arya terdiam. Ia tahu tidak ada kata maaf yang cukup untuk mengobati luka menganga yang ia toreh pada istrinya.
1036.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai arti sorry
Baca
+Pustaka
Melahirkan Anak untuk Sang Miliarder

Melahirkan Anak untuk Sang Miliarder

["Kau ada di mana sekarang? Aku akan ke sana." "Tidak perlu. Aku akan kembali ke Italia sebentar lagi," jawab Tania. ["Dia benar-benar lucu. Aku tidak sabar ingin melihatnya."] Tania tersenyum lebar. "Benar kan? Kau saja langsung berhenti marah-marah setelah melihatnya." Arthur berdecih geli. ["Aku memaafkan mu kali ini. Tidak masalah kau tidak hadir di acara pernikahanku. Tapi cepat bawa bayimu pulang. Aku ingin melihatnya."]
1039.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai arti sorry
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status