Mas Duda Nyebelin
Arta tertegun, ia tahu apa yang ia katakan kepada Heera malam itu sudah keterlaluan, dan mungkin ia adalah orang yang tidak punya malu karena dengan percaya dirinya mendatangi rumah Heera setelah perkataannya malam itu sudah pasti membuat Heera sakit hati.
Arta mengangguk, tersenyum kecil. "Gue mau minta maaf, Ra."
"Gue maafin, tapi gue gak lupain." ketus Heera, lengkap dengan wajah juteknya.
Arta tersenyum lagi, jelas sekali terlihat seperti di paksakan. Tetapi Arta tidak bisa marah, ia pantas mendapatkan perilaku seperti itu dari Heera.
Hot Chapters