Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Me & My Ex

Me & My Ex

tanya mamanya Adam setelah wanita itu menyelesaikan makan. "Bo-leh, Ma." "Buat apa, Ma?" Kali ini Adam yang bertanya. "Buat ngelamar, lah." "Ngelamar siapa?" pancing Adam. "Ngelamar Alena buat anak semata wayang Mama." "Namanya siapa?" tanya Adam iseng, yang dibalas sang mama dengan tepukan di pipinya. "Entah namanya siapa Mama lupa. Apa jangan-jangan, Mama jadi amnesia karena jatuh," balasnya iseng.
1043.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang ateez say my name
Read
+Library
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

Kalau seperti ini Dayyan terlihat seperti seorang ayah dari dua orang anak. "Kenapa Mbak Crush ada di sini, sih?" gumam Dayyan. Ia memang selalu menyebut setiap gebetannya itu dengan sebutan Mbak Crush, untuk menyamarkan nama gebetannya tersebut. "Om Day, Om Day, aku pengen cokelat ini. Boleh? Tapi aku gak bawa uang," bisik Nanda. "Ambil aja. Buat kamu gratis. Tapi nanti bilang dulu ke kakek, ya."
11.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 423 Beses bilang ateez say my name
Read
+Library
CAT-CH ME!

CAT-CH ME!

Ndoro Ranti Kay, hari minggu jogging skuy Di taman yang biasa kamu kasih makan stray cat ajaa Jadi kamu bisa kasih makan kucing, aku jogging Mau yaaaa? Aku males banget kalau jogging sendiri Aku tau kamu hari minggu besok libur kerja Nggak ada alasan kamu buat nolak Kalau kamu nolak, aku culik kamu dari kos Oke, deal
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 102 Beses bilang ateez say my name
Read
+Library
Crazy Zee

Crazy Zee

Rai memutar sebuah nomor telpon, setelah sedikit basa-basi, ia menyampaikan keinginannya pada seseorang, dan senyum puas kembali mencuat di sudut bibirnya ketika suara di seberang setuju dengan apa yang ia sampaikan. “All right, Baby. You are mine, now!.” Ia membayangkan wajah Zee saat dapat kejutan nanti. “Kamu jelas salah pilih lawan!” gegas ia menuju mobil yang terparkir di sudut basement mall. “Aku ingin tahu sehebat apa Zee yang katanya Dan Tiga karate itu!” Perlahan ia menyalakan mesin mobil dan beranjak keluar dari mall yang beberapa hari ini sangat akrab dengannya, bahkan hingga ke sudut-sudut paling tak terlihat.
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 88 Beses bilang ateez say my name
Read
+Library
My Secretary is My Wife

My Secretary is My Wife

Sekarang hidupmu hanya untuk Vio' batin Zea menenangkan diri sendiri. Ruan menurunkan ponsel dari telinganya, pembicaraan dalam sambungan telepon itu telah berakhir. Tak kembali memeriksa CV Zea, ia malah menutup map berwarna biru muda itu. Kemudian ia melihat pada Zea. "Siapa namamu tadi?" tanya Ruan. "Mimi! Mimi Aretha," jawab Zea. "Baiklah Mimi! Argh, aku tidak suka dengan nama itu. Aku akan memanggilmu 'Aretha' saja. Kau setuju?" Ruan menatap pada Zea.
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 79 Beses bilang ateez say my name
Read
+Library
Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!

Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!

Ia tak kalah heboh. Saat melihat nama Azalea tidak masuk di deretan nomor 1 sampai 10, Ezra langsung bersorak. "Lea! Kamu kalah taruhan!" teriak Ezra bersemangat, senyumnya mengembang. Azalea hampir tidak percaya, merasa sudah sangat keras belajar. Ternyata masih belum bisa masuk sepuluh besar? "Alvano! Cepat lepas bajumu, pakai boxer saja dan berlari ke lapangan!" perintah Ezra dengan tawa mengejek penuh kemenangan.
1012.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 386 Beses bilang ateez say my name
Read
+Library
Terlena Kenikmatan Suami Baru

Terlena Kenikmatan Suami Baru

tanya Aeza, menyandar ke lengan suaminya lalu mendongak untuk menatap wajah tampan Alaric. "Hum." Alaric menganggukkan kepala. "Kalau perempuan namanya siapa?" Aeza bertanya. "Alea Rhazes Theodora," jawab Alaric. "Wah, bagus sekali." Aeza langsung senyum lebar, matanya membulat indah dan berbinar-binar. "Kalau anak laki-laki, Mas?" "Kau saja yang memberi nama. Aku kurang semangat kalau anak laki-laki," jawab Alaric datar.
1035.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang ateez say my name
Ipakita ang mga Review (21)
Read
+Library
CacaCici
Halo, MyRe Semua. ಥ⁠‿⁠ಥ Bab 76 kita double. Padahal CaCi up seperti biasa, tapi bisa-bisanya babnya otomatis jadi dua. (⁠〒⁠﹏⁠〒⁠) Untuk bab 76, mohon agar tidak dibuka kedua-duanya. cukup satu saja agar MyRe tidak rugi yah. Untuk kesalahan tersebut, CaCi mohon maaf (⁠人⁠ ⁠•͈⁠ᴗ⁠•͈⁠)ಥ⁠‿⁠ಥ
Ayu Ilma
kasian para bumil² di cerita caci, kudu mengahadapi berbagai mcm tekanan. gak cm tekanan emosi tp jg mental. cb skali² para bumil & busui dibuat waras gt kak... ga cm cewenya, tp jg cowonya. jgn dibuat dingin cem kutub utara /tembok terus. dibuat luwes tp gak kaku, dingin, tembok. humoris gtu loh...
Basahin ang Lahat ng Review
Oh, My Ex!

Oh, My Ex!

tanya Keenan saat netranya tanpa sengaja melihat Nara menggelengkan kepala. "Gak papa," jawab Nara, dan Keenan hanya diam tak berniat menambah daftar pertanyaan lagi hingga mereka tiba di ruang makan. "Selamat pagi, Ma, Pa," sapa Nara. "Pagi, Sayang," sahut Mama Salsa—mamanya Keenan, sedangkan papanya Keenan hanya tersenyum tipis menanggapi sapaan dari menantunya.
103.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 70 Beses bilang ateez say my name
Read
+Library
You And Me

You And Me

"Itu orangnya, dia dari dulu sangat menyukai otomotif dan dia juga pembalap jalanan yang selalu menang." "Oh ya? Berarti dia pemuda yang hebat. Baiklah, aku akan menerimanya, dia boleh mulai bekerja sekarang kalau dia mau." "Benarkah? Noah, kamu bisa mulai bekerja sekarang." Mara tampak melihat senang pada Noah. "Nama kamu siapa?" "Namaku Noah. Terima kasih sudah menerimaku bekerja di sini." Noah menjabat tangan pria itu.
104.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 147 Beses bilang ateez say my name
Read
+Library
PREV
1
...
456789
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status