Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Takdir Yang Membawamu

Takdir Yang Membawamu

Tanyanya kemudian. "Kok bisa?"Aku bertanya balik kepadanya. "Loh gimana enggak, Ra. Umumnya nih, kalau demit kan keluarnya pada saat malam hari, entah kenapa demit ras yang satu ini keluar setiap saat, nggak pagi nggak malam. Dah kayak Warteg aja buka siang-malam," ujar Reni.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai awak sampayan
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

tanya Varo yang sebenarnya tak perlu jawaban. “Ini, Umma yang tanam pepohonan, yang buat taman kecil dan kolam ikan, Abah.” Meera tersenyum menatap Varo yang tak berkedip melihat sekeliling rumah Meera yang sangat rindang, meski dalam keadaan malam hari. “Ngedip, Var,” Meera terkekeh melihat tingkah atasannya yang kini sangat berbeda dengan saat di kantor. “Aku ... kagum aja,” ucap Varo lirih.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai awak sampayan
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

]` `[Protokol Persembahan Pamungkas diaktifkan. `[PERSIAPKAN JIWA ANDA. PARA DEWA KINI MENUNGGU PERJAMUANNYA.]`
899 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai awak sampayan
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Sampah

Aku Bukan Sampah

Suara Jasmine tiba- tiba berubah serius saat ia membaca kalimat pertama. " Aku bukan sampah, dan aku tidak sendirian. Anneth." Jasmine mengernyit. “ Ini dari Anneth? ” Ia menatap Michelle yang masih tampak terkejut. Michelle mengangguk pelan, tak sanggup berkata- kata. Alice, yang masih belum mengerti apa yang terjadi, segera membaca surat itu lebih lanjut.
9.517.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai awak sampayan
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Ia letakkan nampan berisi gelas terisi penuh oleh cairan berwana putih keruh, lalu dengan sedikit memaksa ia tarik lengan bundanya. Ria terkekeh, dan itu cukup membuat kedua tamu mereka kebingungan. Tanpa banyak drama, ia menurut dan meninggalkan mereka bertiga. Tertinggal di belakangnya keributan yang menyusul. Aru sibuk bertanya-tanya tentang apa saja yang terlontar dari mulut bundanya. Mala menyambutnya justru dengan candaan. Asta tak peduli, ia lebih memilih menyudahi dahaganya dengan menyeruput minuman segar di meja.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai awak sampayan
Baca
+Pustaka
Mengejar Sekretaris Kaya

Mengejar Sekretaris Kaya

Tampaknya banyak hal terjadi secara tidak sengaja. Dia menerima panggilan telepon dari Locky, "Kak Yogi, kami sudah selidiki, Samuel meninggalkan Kota Shigo dengan kapal kemarin." Yogi bertanya, "Kapal pesiar?" "Ya, Samuel punya kapal pesiar bernama 'Rembulan'. Kapal itu meninggalkan pelabuhan di tengah hujan lebat tadi malam. Kami sedang memeriksa rutenya."
9.9161.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai awak sampayan
Tampilkan Ulasan (96)
Baca
+Pustaka
Fiza Khoiryah
Nemu aplikasi ini dari iklan, langsung klik dan kecanduan. Aku cuma baca novel ini. Sekarang aku gelisah karena penasaran setiap bab-nya...sebagus ini dong kisahnya. Kalau boleh minta tolong Thor, minimal post 3 bab sehari bisa nggak? Aku bener2 frustrasi karena suka banget sama Cindy dan Yogi 🥹🥹🥹
septianayemima
Sebenarnya jln cerita sangat menarik & tdk tertebak. Tokoh2 yg ditampilkan jg memiliki karakter yg kuat. Tp, menurut saya akhir ceritanya sangat dipaksakan dan menyisakan pertanyaan2 lain yg belum terjawab, sehingga endingnya antiklimaks. Saya berharap ada versi lain cerita ini yg akan dikembangkan.
Baca Semua Ulasan
Kultivasi Awan Surga

Kultivasi Awan Surga

Xi Feng sejenak terkejut, lalu gelombang kegembiraan menyapu dirinya. "Ya," Awan Surga membenarkan. “Setelah menganalisis banyak data dan bahan yang kami kumpulkan baru-baru ini, saya telah menjalankan lebih dari satu juta simulasi dan akhirnya sampai pada formula yang tepat. Ramuan ini tidak hanya akan memenuhi spesifikasi Penguasa Kelabang, tapi bahkan mungkin melampaui ekspektasinya."
9.2116.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai awak sampayan
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Saat hampir tenggelam, dia diselamatkan. Ginos tidak mati, tetapi ketika sekarat, dia teringat akan hal-hal di kehidupan sebelumnya. Dia terbaring di bangsal dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah, dengan air mata mengalir di wajahnya. "Ternyata di kehidupan sebelumnya, keegoisanku membunuh Susan dan Julian. Bahkan sepuluh tahun setelah kematian mereka, aku baru sadar kalau diriku tertipu oleh Wenny."
17.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai awak sampayan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status