Alam dan Kita
Tetesan Air Mata
Walau, langkah kakiku rapuh.
Aku akan tetap benerjang dan berjuang,
aku akan terus maju meski langkah tak mampu.
Dengan tekad, aku akan terus berhumpu.
Pagi itu, cuaca indah menyambutku dari tidur. Tris yang sudah pergi dan duduk diluar menatapi pemandangan indah di kampung ini. Kampung yang indah dan damai, terbentuk dari sana gumpalan-gumpalan awan berkumpul menyelimuti dengan lembut dan kesejukan. Kampung ini tidak bisa digenggam oleh siapapun, seperti halnya awan yang terbang bebas disana.
Hot Chapters