Menuju Matahari
“Dia sedang mencicipi pengembaraannya yang pertama, meski baru jarak dekat.”
Pria itu tertawa, menyambut salam cium tangan dari Pratiwi.
“Oalah! Ternyata saudara dekat,” katanya.
“Nah, sekarang kau boleh mulai belajar olah kanuragan,” kata Wisnumurti, pada Pratiwi.
Gadis itu melongo polos. “Kok bisa?”
“Ini Randu Alas, calon gurumu.”
Gadis itu mendelik.