Menggenggam Awan
Awan mengerti, Zia pasti merasa cemburu dengan intensitas dan kedekatan dirinya dan Wuri.
“Ya, tentu saja mbak Zia. Mas Awan ini, romantis sekali lho orangnya. Saat itu, aku sempat hapir jatuh dari kuda yang tiba-tiba mengangkat kedua kakinya, untung mas Awan menangkapku,” tawa Wuri pecah, “kamu inget nggak, Mas?” tanya Wuri,
“O-oh, inget dong. Oh ya, kita hampir sampai.” Awan menunjuk jalan depan,
Bab Populer