Misunderstanding
“Emang kacamatanya sekuda itu, ya? Perasaan biasa aja.”
“Sekuda itu? Ya emang. Masa lo baru nyadar? Emangnya selama ini lo enggak pernah ngaca?”
“Ya gimana mau ngaca? Orang kacanya aja udah ada di depan mata.”
Jawaban Ara sungguh menggemaskan bagi Erick, sehingga laki-laki setengah perempuan itu mendecak kesal. “Demi Demian Adit yang gantengnya selangit, enggak nyangka cowok itu bikin lo berubah sedrastis ini. Ra. Dan demi Tuhan Yang Maha Esa, gue seneng lihatnya. Sahabat gue jadi cantik dan enggak cupu lagi.”