Lima Samurai Batavia
"Dia, mungkin ingin aku mempunyai kesempatan,"
"Jadi?" Ayame mengecek kuku-kuku lentiknya yang bersih. Di antara jemari telunjuk dan jari tengahnya terselip kretek. "Kau tahu kan bahwa kau bisa berada ke sini tak hanya membawa diri dan tekadmu sendiri, tetapi," dari kuku-kuku lentiknya, kini kedua matanya terfokus pada Yuji, "ada pengorbanan saudara seperguruan yang kau kalahkan itu. Dan satu lagi," dia memincingkan mata, "ada darah yang mungkin anyirnya telah menghilang, tetapi aromanya sempat terhirup olehmu dan kini mengendap di dalam jiwamu. Dia menunggu," Ayame menarik salah satu tusuk kondenya, kemudian menusukkannya ke jari telunjuknya, sehingga berdarah. Cairan merah itu perlahan men
Bab Populer