Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Darah & Bisikan Istri Terkutuk

Darah & Bisikan Istri Terkutuk

Zergan berjalan menghampirinya, ekspresinya tidak berubah, tapi nada suaranya sedikit melunak. “Kau tidak pernah mengganggu.” Zoey tersenyum kecil. “Aku pikir… tempat ini terlalu banyak warna abu-abu. Jadi aku datang membawa sedikit warna.” Ia menunjukkan lukisannya. Di dalamnya, langit sedikit lebih jingga dari aslinya. Kabut lebih tipis, dan prajurit-prajurit digambar seperti siluet yang tumbuh dari tanah.
888 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

10.30 – Terapi Visual: “Lukisan Luka” Peserta diajak melukis menggunakan cat air. Mereka tak perlu memikirkan bentuk, hanya warna dan ekspresi. Anya memilih warna: Hitam, untuk duka yang pekat. Biru tua, untuk air mata yang masih mengalir. Sedikit kuning, seakan harapan yang samar-samar. Di atas kertas, ia mencurahkan kesedihan itu. Tak ada kata, hanya warna yang bercerita.
102.4K viewsCompletedAdded to Library 82 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Asmara di Atas Ranjang

Asmara di Atas Ranjang

Jemari mungilnya bergerak lincah di atas kertas berukuran 148 × 210 mm, selembar kertas tebal A5 yang separuhnya telah terisi. Mulutnya bersenandung nada-nada tak beraturan, kepalanya manggut-manggut seolah menikmati nada sumbang gumamannya sendiri. Akan tetapi kedua hazelnya awas mengamati gerak jari telunjuk dan jempol yang menjepit sebuah crayon kuning, menggerakkannya untuk membentuk garis melingkar sebelum mewarnainya penuh.
107.0K viewsOngoingAdded to Library 154 Times as lukisan crayon
Read
+Library
🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

CHAPTER 35 Lukisan itu adalah refleksi jiwanya sendiri. Gedung Royal Crest Academy yang kokoh ia lukis dengan warna-warna kaku—abu-abu besi dan biru tua yang dingin—mewakili kekuasaan yang tak tersentuh. Namun, di bagian dasar, Summer menggunakan sapuan kuas yang kasar dan emosional. Ia menciptakan tekstur kaca pecah dengan perpaduan warna putih tajam, merah marun yang pekat seperti darah kering, dan sedikit emas pudar.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Mulai dari biru, merah, hijau dan banyak lagi jenis warna yang belum pernah Bree impikan untuk bisa dipakai untuk melukis. “Tapi ini bubuk. Bagaimana kau bisa melukis dengan ini?” tanya Rad. “Tentu tidak bisa secara langsung. Masing-masing harus dicairkan dulu menggunakan air, baru setelahnya Anda bisa menggunakan kuas pada tinta yang dibuat.” Tangan Bree bergerak dengan sangat cepat, menarik kotak itu ke arahnya. Dia mengangkat salah satu, dan menghirup aromanya. “Ini terbuat dari apa?” tanya Bree. Pemilik toko itu menggeleng perlahan.
9.539.2K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as lukisan crayon
Read
+Library
MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN

MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN

"Aku bawakan kopi." Chatrine mendekat, menaruh cangkir di sisi meja, lalu matanya jatuh pada beberapa kertas sketsa yang berserakan. Walaupun ia sudah menyediakan tablet desain dengan stylus digital, Liam tetap lebih suka memulai dengan pensil dan kertas. Bagi seorang seniman sejati, rasanya ada sesuatu yang tak tergantikan dari guratan tangan.
1022.7K viewsCompletedAdded to Library 500 Times as lukisan crayon
Show Reviews (31)
Read
+Library
Larose
Cerita yg menarik sempet mau berhenti begitu Evanka dan Evan masuk ke kehidupan Liam,tp di situlah Liam diuji yg ternyata berhasil tidak terpengaruh dgn kehadiran Evanka dan layak dpt kesempatan kedua dari si cantik Catherine
Vero Vero
cerita yang keren... berkelas dan elegan. cerita yang gak muter muter.. cerita yang mampu menghadirkan suasana dan tempat tempat yang beneran ada. karakter setiap individu digambarkan jelas tidak berubah ubah. tengkiu kak Jemy ............ aku tunggu karya hebat kak Jemy selanjutnya ya....
Read All Reviews
Shushu Dikejar Deadline

Shushu Dikejar Deadline

Aku terbiasa melukis dan mewarnai di atas kanvas atau kertas berukuran besar dengan media crayon, pastel, atau cat minyak. Setelah itu datang seorang anak yang lain yang terkenal sebagai orang kaya di pinggiran Kota B ini. “Aku menginginkan gambar ini. Berapa?” Tanyanya. Aku menunjukan angka dua dengan jariku. Gadis kecil itu langsung mengeluarkan dua lembar satu yuan padaku tanpa pikir panjang. “Untuk satu gambar,” tegasku lagi. Dia menganggukan kepalanya sembari memilih gambaran terbaik dari kotak kaleng itu.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Satu Malam Untuk Selamanya

Satu Malam Untuk Selamanya

Dia nggak hanya cerdas tapi juga detail. "Emang Kei lagi menggambar apa sih?" "Ini, Nda, Kei bikin gambar macaroon." Lakeizia mengangkat buku gambarnya lalu menunjukkan padaku. Tampak di sana gambar macaroon berwarna-warni dan sangat mirip dengan aslinya. "Bagus nggak, Nda?" "Bagus banget, Sayang." "Besok beliin crayon yang warnanya lengkap ya, Nda? Yang ada sagenya, matcha, green tea, hijau pupus." Lakeizia mengurai satu demi satu jenis-jenis warna hijau yang aku saja sulit membedakannya.
9.9142.5K viewsCompletedAdded to Library 4.4K Times as lukisan crayon
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

"Anak di Bumi itu—anak yang menggambar pintu dengan krayon—dia telah memicu sesuatu yang tidak bisa kita hentikan. Dia bukan sekadar pembaca. Dia adalah 'The First Dreamer' dari generasi baru. Dia menggambar bukan karena ingin melarikan diri, tapi karena ingin mengundang kita masuk ke dunianya." Nara melihat ke arah telapak tangannya. Pena cahaya yang ia serahkan dulu kini muncul kembali, namun bentuknya telah berevolusi. Ia tidak lagi terbuat dari cahaya perak metalik, melainkan terbuat dari kristal transparan yang di dalamnya terdapat pusaran warna-warni dari 'Ide yang Belum Lahir'.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Tuan Muda Konglomerat

Tuan Muda Konglomerat

kata Indra sambil menerima lukisan itu. Sean juga merasa penasaran dan langsung menatap kearah lukisan itu. Ini adalah sebuah lukisan kaligrafi yang terbuat dari kain bludru berwarna kuning. terlihat begitu cantik. Terlihat gunung dan air pada lukisan itu dengan tulisan yang ada di sampingnya menambah keeleganannya. Indra mulai menelitinya, Lubis dan Sendi juga menatapnya dengan penasaran.
9.1121.0K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as lukisan crayon
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status