Takhta yang Dibayar Air Mata
"Ayah, kembali ke mana? Kembali menjadi selir yang berlutut di tengah salju demi memohon kepadanya agar diizinkan melihat anaknya sekilas saja? Kembali menjadi selir yang harus tetap mengucap 'terima kasih atas bimbingan Permaisuri' setelah ditampar wajahnya? Atau kembali menjadi ibu malang yang hanya bisa menyaksikan anak kandungnya sendiri memanggil wanita lain dengan sebutan ibu, bahkan ketika saat ingin memeluk mereka pun masih dianggap kikuk dan tidak becus?"
Dia bangkit berdiri, berjalan ke dekat jendela, dan membelakangi ayahnya.
"Ayah, dulu saat Ayah mengajariku sejarah, Ayah pernah berkata bahwa perempuan dalam kisah sejarah yang berhati lembut dan memilih kembali, kebanyakan tidak
인기 회차