Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
FATED

FATED

Tak lupa aku juga mengabari kedua orang tuaku. “Silahkan, ini pesanannya,” kata pelayan sembari menyodorkan minumanku. “Kamsahamida.” Aku mengaduk americano di hadapanku dan menyesapnya. Aku melihat jam di ponselku yang menunjukkan pukul sebelas siang. Aku tak punya waktu lama lagi, karena aku harus melakukan latihan dance.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai azam
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

Mengapa orang Indonesia selalu menanyai namanya. Yasa yang mengerti langsung menghampiri kedua orang tuanya. "Namanya Speranza ma," jawab Yasa. "Mama tidak bertanya kepadamu Yasa!" teriak mamanya kesal. Yasa terdiam dan mengangguk mengerti. "Maaf," ujar Yasa. "Jawab! Siapa nama panjang kamu?" tanya mama Yasa sekali lagi. "Speranza Constanzo," jawabnya dengan malas.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai azam
Baca
+Pustaka
Alisya

Alisya

Izinkan aku mengenalmu lebih dalam, walau aku tak yakin dengan rasa ini ~Alisya Cantara Benar, semua hiruk-pikuk dalam perjalanan waktu. Bergandenganlah tanpa melupakan bintang yang lebih bersinar! Benderanglah tanpa menyilaukan! Bersamalah tanpa berpisah dan datanglah tanpa pergi! Walau tak bisa saling memiliki ~ Farhan Sharique Zhafran
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai azam
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

kata Rio Miftah melirik gelas yang ada di hadapananya, lalu menatap Rio yang sudah meminum minuman itu dengan satu tegukan besar. "Apa rasanya enak? Kenapa kau meringis setelah minum itu?" Tanya Miftah heran sekaligus penasaran "Coba saja.. Jangan banyak tanya!" jawab Rio dan menyodorkan gelas berisi vodka kepada Miftah. Miftah menerima uluran gelas dari Rio dan mencoba mengirup aroma minum minuman itu. Baunya aneh, batin Miftah. Di minum lah sedikit dan Miftah langsung menjulurkan lidahnya, merasakan tenggorokannya seperti terbakar.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai azam
Baca
+Pustaka
Crazy Zee

Crazy Zee

Mereka saling menyayangi, apalagi Zee dan Dena sama-sama anak tunggal. Mereka memiliki seorang sahabat lain, Zack, salah satu cowok idola dan atlit serba bisa pemegang sabuk hitam taekwondo. Bertiga mereka dijuluki Double ZD. Mereka hampir selalu bersama semasa kuliah. Dena satu-satunya yang tidak bisa bela diri, sehingga menjadi anak manja yang selalu diproteksi oleh Double Z.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai azam
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai azam
Baca
+Pustaka
Malam Pertama dengan Dosenku

Malam Pertama dengan Dosenku

Tangan wanita itu menyatu di pangkuan, sedang Azzam hanya menatapnya sebentar lalu menunduk. “Terima kasih. Ini mungkin terdengar aneh atau gak penting, tapi ... saya merasa perlu ngobrol sama kamu.” Aira tidak menjawab. Wajahnya datar, tapi matanya siaga. “Tentang apa, Pak?” Azzam menarik napas pelan, seolah sedang mengukur seberapa banyak keraguan yang menggantung di kepalanya. "Apa kamu mengenal seseorang yang bernama Amara?"
1059.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai azam
Baca
+Pustaka
Castle

Castle

Seorang pelayan mengetuk pintu dan masuk ke kamarku. Aku membuka mataku. ”Maaf, Nona. Pangeran Tom memberikan ini untukmu.” Ternyata dia, Amy. ”Baiklah, Amy. Letakkan di sana. Nanti aku pakai setelah membersihkan badanku terlebih dahulu.” ”Izinkan saya merias Anda, Nona.” ”Baiklah, tapi jangan panggil aku Nona.”
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai azam
Baca
+Pustaka
La Tahzan, Miss Lemot

La Tahzan, Miss Lemot

gumam Ines. Pak Imat menganggukkan kepala tanda mengiyakan ucapan Arka, bos mudanya itu. "Baik, Den. Yuk, Non, mari!" ajak Pak Imat. Ines meraih tangan Arka, lalu mencium punggung tangan pria itu. "Ines pulang, ya. Assalamu'alaikum," ucap Ines yang langsung dijawab oleh Arka. "Wa'alaikumsalam."
9.83.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai azam
Baca
+Pustaka
DENDAM AMARA

DENDAM AMARA

“Aku kebetulan akan ke sana. kita bisa pergi bersama.” Pria itu tersenyum puas. “Ngomong-ngomong aku Andrew. Andrew wijaya. Kamu?” “Amara.” Andrew tersenyum lagi. Menurutnya perempuan yang baru dikenalnya itu sangat menarik. Kebanyakan perempuan yang dia temui akan langsung antusias melihatnya. Apalagi saat mengetahui latar belakang namanya. Tapi Amara benar-benar menunjukan sikap yang terlalu tidak biasa. Antara tidak mengetahui atau memang tidak perduli. Andrew benar-benar dibuat tertarik.
274 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai azam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status