BENALU
ucap Izzah mengawali pembicaraan melalui sambungan telepon itu.
"Waalaikumsalam, Non. Anu...itu, Non...hiks...hiks...hiks..." Bik Karmi mulai menangis.
"Kenapa menangis? Ngomong dulu Bik, jangan nangis dulu, jangan buat aku khawatir," ucap Izzah cemas.
"Itu, Non. Bapak tidak bernafas?"
"Maksudmu? Tidak bernafas gimana maksudnya? Jangan macam-macam deh, Bik!"
Chapitres populaires