Sad Boy
Mendengar tangisan bayi mungil itu, Seon pun mengambil alih untuk menggendong.
Bagaimanapun ia sudah berjanji akan menjadi ayah yang baik untuk bayi tersebut. Mendengar tangisannya saja, tak tega membiarkan terlalu lama.
"Mah, mungkin bayinya lapar," ujar Seon menebak.
"Ya, sudah Mama pergi beli susu untuknya," kata Amara yang segera bangkit dari tempatnya.
"Tunggu!" cegat Seon. "Tidak perlu, Mama. Biar aku suruh Rolan membeli susu, Mama sebut saja merknya," lanjutnya.
Hot Chapters