Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib
Yang paling menarik perhatian Bima adalah energi Mana-nya, sangat murni, terstruktur dengan sempurna, mengalir seperti sungai yang jernih.
'Wanita ini... sangat berbakat,' pikir Bima.
Wanita itu tersenyum ramah. "Kamu peserta juga?"
Bima mengangguk. "Ya. Namaku Bima, dari Nusantara."
"Senang bertemu denganmu, Bima. Namaku Lin Mei, dari Cyina," jawabnya sambil mengulurkan tangan.
Bima berjabat tangan. Sesaat tangannya menyentuh tangan Lin Mei, dia merasakan getaran Mana yang halus, tanda seorang praktisi tingkat tinggi.
Hot Chapters