Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetangga Perempuan yang Memikat

Tetangga Perempuan yang Memikat

“Tolong … masukkan … di sana sangat gatal hingga rasanya ingin mati. Kak … kamu ….” Di lorong yang remang-remang, jantungku berdegup kencang melihat tetangga cantik dengan wajah memerah itu. Aku mengangkat kaki ingin menghampirinya untuk membantu, tetapi masih sedikit ragu. Detik berikutnya, dia tiba-tiba membuka kedua kakinya ke arahku …. Melihat bagian bawah tubuhnya yang basah dan berantakan, aku tidak bisa lagi mengendalikan diri ….
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai background pink muda
Baca
+Pustaka
Debaran Tiga Menit di Dalam Terowongan

Debaran Tiga Menit di Dalam Terowongan

Di dalam terowongan, aku terdesak arus manusia hingga ke sudut bus, tubuhku menempel erat pada seorang pria asing yang tampan. Tubuhnya panas membara. Jari-jarinya yang kasar dengan sedikit kapalan perlahan menyusuri kulitku yang terbuka. Aku menggigit bibir menahan napas gemetar. Seiring guncangan busnya, tubuhku terus-menerus terhantam ke dalam pelukannya. Di dekat telingaku terdengar suara kekehan pria itu yang perlahan menjadi serak. Tidak lama kemudian, aku merasakan jarinya sedikit demi sedikit mulai menyusup ke bagian tubuhku yang paling tersembunyi. Ada sesuatu yang sudah menekan area sensitifku dari balik pakaian, mengikuti irama guncangan bus dan terus-menerus menghantam di sana ….
524 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai background pink muda
Baca
+Pustaka
Tukang Pijat Desa

Tukang Pijat Desa

Tangan besar dokter desa yang hangat mendekapku, sementara kelembutan di dadaku terus berubah bentuk di bawah usapannya yang ringan. Aku menggertakkan gigi dengan wajah yang memerah padam dan tubuh yang gemetar hebat, tak mampu menahan rintihan manja yang terus lolos dari bibirku. "Suamimu ada di sebelah, lho. Pelan-pelan, nanti bakal lebih menegangkan ...."
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai background pink muda
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Buta

Cinta Dalam Buta

“Rama, matamu tidak bisa melihat, lebih baik aku yang membantumu mencuci. Kalau bagian ini tidak dibersihkan dengan benar, nanti bisa menimbulkan bakteri.” Bibiku sedang berdiri sangat dekat denganku, pakaiannya sudah basah, menampilkan dengan samar siluet tubuhnya yang indah. Karena mengira aku tuli dan buta, ia berpakaian dengan sangat berani. Saat wanita cantik itu membungkuk, kerah bajunya sedikit terbuka, mata basahnya menatap ke arahku, dan seketika itu aku pun tertegun di tempat untuk sementara waktu. Dia tidak tahu bahwa sebenarnya aku sudah bisa melihat dan mendengar.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai background pink muda
Baca
+Pustaka
Bermulai Dari Dalam Lift

Bermulai Dari Dalam Lift

Di dalam lift yang tertutup rapat, pria itu terkekeh sambil mengunciku erat dalam pelukannya. Setiap gesekan tubuhnya membuatku gemetar tanpa bisa ditahan. Aku merasa frustasi saat mendengar desahan manjaku, berpadu dengan napas pria yang memburu. Setiap detiknya benar-benar membuatku gila. “Bu Selly sensitif sekali… tapi jangan takut, aku akan membantumu.” Meski dia berbicara begitu, jarinya yang lincah malah perlahan-lahan meruntuhkan seluruh akal sehatku. Aku tahu betul kalau kecanduanku ini tak akan sanggup menahan kenikmatan ini. Aku sudah hampir gila. Namun… suamiku….
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai background pink muda
Baca
+Pustaka
Pria Nakal dari Bus Ternyata Ayah Mertuaku

Pria Nakal dari Bus Ternyata Ayah Mertuaku

"Ayah, bersikaplah yang lebih lembut. Kalau nggak, Zarvin akan tahu ...." Malam itu, ayah mertuaku menempatkanku di posisi yang memalukan. Dia mengatakan bahwa alasan aku belum hamil setelah sekian lama pasti karena ada masalah dengan tubuhku. Katanya, dia memiliki resep tradisional untuk membantuku hamil ...
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai background pink muda
Baca
+Pustaka
Jabakan Maut Sahabatku

Jabakan Maut Sahabatku

Setelah suamiku tak lagi berfungsi, aku mulai mengisi hari-hariku dengan mainan. Pada akhirnya, aku malah kecanduan pada hal yang sulit dijelaskan itu. Dengan alasan suamiku sudah melukaiku sampai berdarah saat menggunakan mainan itu, aku memutuskan pergi ke sebuah klinik untuk mencari pengobatan. Tak disangka, ternyata dokter pria di sana adalah teman suamiku sendiri. Saat dia memintaku berbaring di ranjang pasien, lalu dengan tegas memisahkan kedua kakiku dan tangannya mulai bergerak ke arah sensitif itu. “Adik ipar, jangan panik… sini biar kuperiksa.” Rasa hampa dan gejolak dalam diriku mulai membakar akal sehat. Di saat yang bersamaan, aku mendengar suara suamiku dari balik pintu sedang mencariku.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai background pink muda
Baca
+Pustaka
Rekan Kerja Suamiku

Rekan Kerja Suamiku

“Kak Tesa… coba bilang punyaku lebih besar dan kuat dari punya Kak Bobi….” Tengah malam, aku keluar untuk minum air, tak sengaja malah mengintip rekan kerja suamiku sedang melakukannya dengan pacarnya…. Aku tak tahan untuk mengintip sedikit, tapi ternyata malah ketahuan oleh pria itu. Keesokan harinya, dia menghadangku di depan pintu kamar mandi. “Kalau Kak Tesa nggak percaya, terpaksa aku harus membuktikan kemampuanku di sini sekarang juga….” Belum sempat aku bereaksi, celana luar dan celana dalamku sudah ditarik paksa ke bawah….
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai background pink muda
Baca
+Pustaka
Malam Yang Tertukar

Malam Yang Tertukar

“Berhenti… jangan cium lagi, hmm….” Awalnya aku naksir adik ipar sahabatku dan berniat mendekatinya memanfaatkan momen sedang mabuk. Siapa sangka, saat berciuman, aku baru sadar ternyata wanita di pelukanku ini adalah istri sahabatku sendiri. “Kakak ipar? Lho?!” Namun, karena rasanya sama-sama nikmat, akhirnya aku memilih untuk pura-pura tidak tahu dan lanjut saja….
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai background pink muda
Baca
+Pustaka
Bermula Dari Salon Ibu Sahabatku

Bermula Dari Salon Ibu Sahabatku

“Dasar nakal, kamu makin berani saja… agak… agak pelan….” Ibu sahabatku menarikku ke kamarnya, dengan alasan mau mengajariku cara menyentuh wanita, bahkan dengan sukarela membiarkanku menyentuh tubuhnya. Wanita dewasa cantik itu mendekatiku. Satu tangannya membiarkanku memainkan dadanya, sementara tangannya yang lain sibuk memanjakan benda milikku yang menegang. Saat aku tak bisa menahan diri lagi dan memasukkan tanganku ke dalam, menyentuh kulitnya tanpa penghalang…. Dia menggigit bibir merahnya, alisnya yang indah agak berkerut dan sepasang mata indahnya yang berkaca-kaca menatapku dengan pandangan yang begitu mesra dan penuh gairah.
181 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai background pink muda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
3940414243
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status