Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jatuh Dalam Pesona Mafia Kejam

Jatuh Dalam Pesona Mafia Kejam

Benar-benar kosong. “Pulpen yang dia gunakan…” gumam Bisma, menyadari apa yang sebenarnya terjadi. “Itu pulpen khusus. Tintanya dirancang khusus agar bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa jam, bahkan lebih cepat jika terkena suhu ruangan atau sedikit gesekan. Dia menandatanganinya hanya untuk menipu matamu sesaat, tapi tanda tangan itu tidak akan pernah bertahan lama. Secara hukum, ini tidak ada artinya sama sekali.”
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai bagaimana sifat pensil h
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Paman Suamiku

Terpaksa Menikahi Paman Suamiku

Gavin duduk bersila di atas karpet, tubuh mungilnya sedikit membungkuk di atas meja rendah, menggoreskan pensil di buku tugas matematika. Cahaya lampu gantung menyorot rambutnya yang berantakan, membuat bayangan kecil bergoyang di dinding. Suara gesekan pensilnya sesekali pecah di tengah keheningan, ritmis, seperti napas rumah yang tenang.
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 559 kali sebagai bagaimana sifat pensil h
Baca
+Pustaka
Dalam Obsesi Sang Alpha: Aku Bukan Luna yang Terbuang

Dalam Obsesi Sang Alpha: Aku Bukan Luna yang Terbuang

Ia justru menekan emosinya lebih dalam, menyalurkan rasa sesak di tenggorokannya menuju ujung jemarinya. Setiap kali pensil itu menggores kertas, getaran di leher Elara merambat turun ke lengannya. Suara gesekan arang terdengar lebih nyaring dari biasanya, seakan kertas itu sendiri sedang berteriak menggantikannya. Pensil di tangan Elara tiba-tiba patah karena tekanan emosi yang terlalu kuat. Namun, ia tidak berhenti.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai bagaimana sifat pensil h
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Posesif: Suami Kaya Yang Berbahaya

Terjebak Cinta Posesif: Suami Kaya Yang Berbahaya

"Hari ke-217 lalu ujung pensil berhenti. Tatapannya naik menuju jendela. Ke arah mansion utama yang bahkan tidak terlihat dari sana, lalu senyum kecil muncul di wajahnya. Senyum yang tidak sesuai dengan usianya. "Hampir selesai." Pensil itu kembali bergerak. Menggambar satu jalur baru. Jalur yang belum pernah ada sebelumnya. Jalur menuju dunia luar.
10772 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai bagaimana sifat pensil h
Baca
+Pustaka
Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

"Sebuah pena yang indah. Tapi mungkin hadiah yang lebih praktis akan lebih berguna untuk Felicity saat ini. Seperti alat ukur presisi yang sedang kami butuhkan untuk proyek mesin tekstil." Lysander tak goyah. Matanya tetap tertuju pada Felicity. "Pena ini dibuat oleh pengrajin terbaik di ibukota. Saya memilihnya sendiri karena saya tahu kau menghargai keindahan dalam fungsi." Dia mengambil pena dan menunjuk ukiran kecil di pegangan pena. "Lihat, ini diagram kincir airmu yang diukir." Felicity mengambil pena itu, tersentuh oleh perhatian detail Lysander. "Ini... sangat berarti, Lysander."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai bagaimana sifat pensil h
Baca
+Pustaka
TWELVE

TWELVE

Aku mendesah, menggelengkan kepala menghapus kesedihankku mulai fokus pada benda yang ada dihadapanku. “Pensil, pengaris, tabung, binder, sketchbook A3, penghapus, parut/cutter, drawing pen, pensil warna, rapido, dan pensil mekanik.” Aku mengabsen keperluan yang harus dibawa hari ini. Aku tidak pernah berfikir akan mempunyai masalah seperti ini dengan sahabatku selama bertahun-tahun.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai bagaimana sifat pensil h
Baca
+Pustaka
Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Tangannya bergerak lincah, sesekali dia berhenti, menggigit ujung pensil, lalu tersenyum sendiri. Ellena membayangkan kalau desain ini benar-benar jadi, dipakai orang lain atau menang lomba. Pasti rasanya membanggakan. Selanjutnya dia meraih kotak pensil warna yang besar, tertata rapi dan berlapis beludru hitam. Saat dibuka—berbagai macam warna berderet seperti pelangi. Puluhan. Tidak—mungkin hampir ratusan warna. Dari rose gold, emas pucat, champagne, sampai biru safir, merah ruby, hijau zamrud. Bahkan ada warna metalik.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai bagaimana sifat pensil h
Baca
+Pustaka
Memories in High School

Memories in High School

kesal Saskia. "Eh, tenang dulu dong Neng. Aa ke sini, mau balikin pulpen. Tadi kan di sekolah Aa pinjem pulpen Neng Saski." Kemudian, Kiesha menyodorkan sebuah pulpen berwarna hitam berkarakter mickey mouse kepada Saskia. Saskia menerima pulpen itu secara kasar. "Makasih," ucapnya datar.
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai bagaimana sifat pensil h
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Begitu kata dia pada temannya dan dia hanya tersenyum, tanda tidak keberatan. Faisal mulai memainkan pensilnya pada kertas A4. Menggambarkan sebuah wajah yang sejak tadi membuat semangatnya kembali meningkat. Sekali-kali, dia menggesekkan penghapusnya pada kertas, tanda ada yang kurang tepat.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai bagaimana sifat pensil h
Baca
+Pustaka
Memikat Hati Pangeran Kelas

Memikat Hati Pangeran Kelas

bisik Hansa sambil berjongkok di sebelah Vindreya dan memegang lembut punggung sahabatnya itu. Vindreya menegakkan posisi duduknya lalu menoleh pada Hansa dengan tatapan sendu. Hansa tersenyum, manis sekali. Dia lalu meletakkan sebuah pensil di atas meja Vindreya. “Ini pensil yang sering dipinjam Kenzo. Kadang dia pake pensil ini untuk menulis, kadang juga untuk dilempar ke kepalanya Elvano.” Vindreya tersenyum menahan tawa sambil memperhatikan pensil itu.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai bagaimana sifat pensil h
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status