Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

Dan dari lapisan debu tebal di atasnya, jelas bahwa barang-barang ini telah dibuang di sana sejak lama. Pekerja di sekitarnya, setelah mendengar keputusan Bruce, pertama-tama tertegun, lalu senyum muncul di mata mereka. Siapa yang tidak tahu bahwa limbah itu adalah sampah, bahkan tempat daur ulang pun tidak menginginkannya. Karena limbah ini tidak hanya rusak parah, tetapi juga mengandung terlalu banyak kotoran. Setelah daur ulang, proses pemurniannya rumit, memakan waktu, dan mahal, lebih baik membeli yang baru.
104.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 171 Beses bilang bahan gabut
Read
+Library
Cincin Pemikat Jodoh

Cincin Pemikat Jodoh

“Kamu dari mana aja, Gami? Saya nyariin dari tadi?” Tidak ada nada emosi dalam suara Wira. Hanya kejengahan karena terlalu lama menunggu. “Maaf, ya, Mas. Saya habis ‘ngubek-ubek’ sampah di depan komplek. Pembalut yang baru saya beli kebuang sama Adisti,” tutur Gami. Kemudian menyengir lebar.
7.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 198 Beses bilang bahan gabut
Read
+Library
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

Batu, kerikil, pasir, besi-besi dan lain sebagainya. Para ibu pun kembali heboh. Mereka saling pandang satu sama lain, tapi saat mau bertanya pada Ningrum, dia buru-buru membayar pesanannya dan masuk ke dalam rumah bersama ibu. Seolah tak memberi kesempatan para tetangganya untuk bertanya. "Mas Angga, itu bahan bangunan mau buat apa sih?" Mbak Ambar kembali kepo. "Buat bangun rumahlah, Mbak. Masak buat bangun sensasi," ucap Mas Angga santai.
10101.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.2K Beses bilang bahan gabut
Read
+Library
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

“Bubur besi yang mereka maksud adalah bubur yang berasal dari gandum, tidak seperti yang kamu bayangkan. Bubur besi hanya sebuah istilah, sebab gandum yang digunakan untuk membuat bubur warnanya sama dengan warna besi, hitam.” Barulah Safa paham, mereka sama-sama tertawa, menertawakan kebodohan Safa. “Bagaimana? Kamu mau makan bubur besi?” tanya Ina kepada Safa. “Nah, jika benar begitu maka tidak ada salahnya aku mencoba!” jawab Safa ragu-ragu. Hilang sudah pandangannya bahwa bubur besi adalah benar-benar bubur yang berasal dari olahan besi. Jika di bumi mungkin sama dengan sambal setan, bukan sambalnya yang berasal dari setan, bahan bakunya dari setan, tapi rasanya yang sangat pedas seperti
1010.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 396 Beses bilang bahan gabut
Read
+Library
Pakde sang Penakluk

Pakde sang Penakluk

cegah Sugiono bergerak cepat. Sugiono melangkah maju, memungut bungkusan kain putih menggunakan selembar tisu tebal. "Ini namanya buhul santet. Isinya pasti potongan rambut orang mati, paku karatan, sama pecahan kaca. Benda kotor sengaja ditanam supaya aura klub hancur, sering terjadi keributan antar pengunjung, lalu ujung-ujungnya bangkrut total."
1012.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 306 Beses bilang bahan gabut
Read
+Library
Hidden Secret

Hidden Secret

Alhasil, Liana turun untuk mencari benda itu. “Benda ini.” Liana melihat sekarung goni yang penuh dengan benda itu. Benda buatan yang bisa menyebabkan tanah bumi berongga. Itu bukanlah benda atau alat biasa, itu adalah komponen alat pemusnah massal. *** “Kota dalam keadaan gelap gulita. Apa yang harus kita lakukan?” tanya salah satu petugas teknisi pembangkit listrik.
1011.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 440 Beses bilang bahan gabut
Read
+Library
Nona Muda yang Terbuang

Nona Muda yang Terbuang

Gerutan cemas bercampur dengan ketenangan “Apa aku singkirkan saja?” “Tidak! Tidak perlu, biar aku yang mengurus ini! Wanita itu harus bisa menyadari, bagaimana dia menjadi debu ditengah-tengah berlian” Varo menggantung jas putihnya, dia menyingkir dari kursi singgasanannya. Melangkah ke tempat itu.
5.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 107 Beses bilang bahan gabut
Read
+Library
Metamorfosis Anak Yang Terlihat Bodoh

Metamorfosis Anak Yang Terlihat Bodoh

Dewi ada di jalan Yos Sudarso dan bioskop Palapa ada di belakang pasar Pulo Brayan. Aku ingat, untuk bisa nonton film kegemaranku itu, aku terpaksa harus menabung uang jajanku selama seminggu. Bahkan agar bisa nonton film kegemaranku yang diputar kelas rata-rata setiap Minggu pagi, aku terpaksa jadi pemulung setiap sore hari, kecuali Minggu sore karena pabriknya tutup. Aku memunguti (mengais) sedikit-demi sedikit sisa-sisa peleburan timbal (timah hitam) dari priuk-priuk daur ulang timah hitam di pabrik peleburan timbal milik warga yang berada di sebelah rumahku. Timah hitam atau istilah kimianya disebut plumbum (Pb) yang didaur ulang itu berasal dari sel-sel aki bekas motor, mobil, truk ata
9.810.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 277 Beses bilang bahan gabut
Ipakita ang mga Review (6)
Read
+Library
Laura Pohan
Cerita ini penuh inspirasi dan nilai kehidupan, kalau kita juga bisa berjuang untuk lebih baik lagi (seperti tokoh utama) walau banyak hambatan. Mengajarkan utk tidak mudah menyerah. Bagus sekali dan wajib dibaca
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Basahin ang Lahat ng Review
Kembalinya Sang Penguasa

Kembalinya Sang Penguasa

gumamnya kecil yang masih bisa didengar oleh Lei Xiayu sehingga dia menanyakan alasan pria tua itu mengumpat. "Junior Yu, maafkan kelalaianku. Awalnya aku ingin membuat sebuah mahakarya yang sangat fenomenal tahun ini, tapi sayangnya stok bahan-bahan yang diperlukan sudah habis hanya tersisa Batu Bintang Jatuh ini saja." Bai Ling mengeluarkan batu berwarna keemasan itu. "Memangnya apa saja 2 bahan itu, senior?" "Hm, kau yakin mau mengetahuinya?" Bai Ling tampak ragu, tapi ketika melihat raut wajah Lei Xiayu yang sungguh-sungguh membuatnya bersuara. "Baiklah aku akan memberitahumu!"
9.240.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang bahan gabut
Read
+Library
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

"Yah, bener, jadi bubuk. Bukan 100% hilang. Dimakan rayap pun akan menjadi kotoran rayap kan?" "Kalau dibakar?" "Jadi arang, kemudian abu. Abu mungkin partikelnya kecil. Tapi sekecil-kecilnya partikel, tetap saja mereka itu ada. Nggak hilang." Gangga malah mulai tergelitik dengan segala pandangan mengenai transformasi. Dia mulai penasaran dengan seluk beluk manusia di bumi ini. "Kalau manusia? Kan awalnya nggak ada jadi ada. Jadi itu bukan transformasi kan? Itu dari ketidak-adaan menjadi ada, kemudian mati dan jadi tidak ada."
105.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 147 Beses bilang bahan gabut
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status