Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Di sana terlihat satu petak lahan kecil di bibir jurang, itu seperti lahan kebun kecil. "Ada orang tinggal disini?" batinnya. Dia segera mendatangi tempat itu dan benar saja, di sana ada sebuah gubuk kecil terbuat dari kayu dan daun. Sebuah petak kebun kecil tadi ada tanaman-tanaman seperti ubi. Jaka berpikir, darimana orang itu mengambil tanah. Tebing disini semuanya adalah batu.
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai gubuk kecil
Baca
+Pustaka
Come And Serve Me

Come And Serve Me

Ia harus berhati-hati karena jalanan rusak ini juga menjadi lebih licin karena hujan yang mengguyur bumi. Rumah yang dimaksud mungkin lebih pantas jika disebut sebuah gubuk, sebuah rumah kecil beratap daun rumbia dengan dinding yang terbuat dari bambu. Suasana hutan di pegunungan yang agak gelap semakin menambah suram penampakan gubuk itu, namun sepertinya memang tidak ada pilihan lain selain mencoba untuk berteduh di sana.
9.844.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai gubuk kecil
Baca
+Pustaka
Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2

Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2

Guk … Guk…. Guk…! Xiao Chen memasak dan cerberus mencium bau tersebut dengan sangat gembira, dia meminta untuk di bagi dari hasil masakan Xiao Chen tersebut. Melihat cerberus yang menggonggong kembali, Xiao Chen hanya dapat melemparkan daging yang telah dia bakar dan beri bumbu itu ke arah cerberus. Daripada membuat penjaga ini marah, dia lebih baik kehilangan daging dan bisa menganalisa sementara situasi di dalam tempat itu. Sekarang cerberus benar-benar di mabuk oleh daging Xiao Chen sehingga dia terus meminta dan meminta lagi. Bahkan Xiao Chen sudah mengeluarkan ratusan ton hanya untuk memberi makanan cerberus, beruntung persediaannya benar-benar melimpah kalau tidak.. mungkin saja Xiao C
1039.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai gubuk kecil
Baca
+Pustaka
Istri Kecil Tuan Guru

Istri Kecil Tuan Guru

sedikit membujuk karena tidak dapat menemukan bubuk cokelat yang dicari. Air tertawa, menatap wajah Bara dengan kebingungannya yang terlihat jelas. Alih-alih meng-iyakan tawaran air jahe, gadis remaja itu justru berjalan ke arah lemari penyimpanan. "Om pasti nyari kemana-mana kan? Sttthhh ... aku tahu bubuk Cokelat itu disembunyikan Ibu disini," terang Air dengan berjinjit sebab toples cokelat berada dipaling ujung, "Ibu sengaja nyembunyiin ini karena tahu aku suka nyemilin bubuk cokelat tanpa diseduh, katanya takut gigiku rusak!" terangnya lagi, kali ini sedikit terkekeh, mengingat kenangan saat tinggal disana dan bersikap seenaknya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai gubuk kecil
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

Melihat itu Long Wei merasa ngeri karena ujung daratan itu amat runcing dan sempit, tapi di sanalah gubuk Setan Sakti berdiri. “Ayo ke sana biar kita lebih enak bicara.” Butuh waktu kurang lebih dua sepeminuman teh untuk tiba di gubuk tersebut. Setan Sakti mengajak mereka masuk. Ternyata di dalam hanya berupa satu ruangan persegi yang tak begitu besar. Tidak terlihat ada harta apa pun kecuali tumpukan tanaman-tanaman obat yang sudah dikeringkan di sudut ruang, dan satu lemari kecil obat racik yang sudah siap digunakan.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai gubuk kecil
Baca
+Pustaka
Istri Kecil Gus Faiz

Istri Kecil Gus Faiz

ucapnya pada dirinya sendiri, lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Karena Faiz tidak terlalu mengerti soal wanita, ia segera membuka G****e dan bertanya, "Apa yang harus suami lakukan ketika istri ngambek?" Muncullah beberapa saran dari G****e. "Oh, ternyata cewek kalau ngambek maunya dimanja, dibelikan jajan tanpa menanyakan apa yang dia inginkan. Rumit juga ya?" gumam Faiz.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai gubuk kecil
Baca
+Pustaka
Suamiku Miskin Tapi Bohong

Suamiku Miskin Tapi Bohong

Setelah sampai di gubuk milik Ibunya, Arif langsung memperkenalkan Ibu dan adik-adiknya. Hati Ayu terenyuh melihat keadaan gubuk Arif yang hanya berdinding tripleks tipis dan hanya ada satu kamar dan dapur yang sempit. Bagaimana bisa dikatakan layak huni, jika rumah atau gubuk lebih tepat namanya karena sudah banyak yang bocor, bahkan atap yang beralaskan seng pun sudah bertagar dan rapuh, sewaktu-wakti bisa runtuh. "Assalamualaikum, Bu, Arif sudah pulang!" teriaknya dari luar.
10119.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai gubuk kecil
Baca
+Pustaka
Binar Kalbu

Binar Kalbu

Hanya perlu waktu dua bulan untuk seorang Abbian meluluhkan hati Rine yang sekeras karang di lautan. Makan malam seorang diri terasa begitu hambar bagi Rine. Satu-satunya asisten rumah tangga, Bi Jum namanya, juga sudah pamit pulang sehingga menyisakan kesepian. Suara denting sendok yang beradu dengan piring menjadi musik yang meramaikan. Dia hendak menghubungi Abbian, tetapi egonya menahan itu. Cewek dengan kaus oblong dan celana pendek itu enggan ketergantungan kepada siapa pun dengan alasan apa pun. Terpaksa, dia menikmati sepiring nasi dengan lauk ayam goreng dan sambal terasi seorang diri. Sesendok demi sesendok nasi mulai dikunyah walau teramat pelan. Selera makannya selalu menguap ket
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai gubuk kecil
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

“Kau memang penyihir.” Gubuk itu sekilas seperti rumah bambu sederhana layaknya gudang kecil. Tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil. Sepertinya bisa memuat lima orang dewasa di satu ruangan. Tidak ada jendela. Hanya satu pintu. Cukup jelas kalau itu tempat singgah sementara. Di luar gubuk, ada bekas perapian. Gubuk itu juga tidak berdiri di pekarangan kecil. Benar-benar di tengah hutan, sehingga tidak mencolok. Siapa pun yang mampu mendirikan rumah bambu itu, dia pasti sangat telaten. “Bekas apinya kena hujan,” kata Dalton. “Tapi cukup jelas kalau mungkin semalam masih ada orang di sana.”
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 635 kali sebagai gubuk kecil
Baca
+Pustaka
Putri Rahasia Sang Idola

Putri Rahasia Sang Idola

Kemudian, berebut membuka buku-buku dongeng bekas yang mereka susun di atas meja tua, yang sebelah kakinya ditopang batu agar tidak roboh. Gubuk itu benar-benar bobrok, seperti namanya. Gubuk Bobrok ternyata bekas warung terbakar yang diperbaiki Askar bersama anak-anak itu. Tempatnya sempit dan sebagian dindingnya yang hitam tertutup gambar-gambar berwarna di atas kertas HVS yang mereka buat sendiri.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai gubuk kecil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status