Sang Pewaris
ucap perawat bertubuh subur itu ramah, setelah suasana haru sedikit berkurang.
“Iya, iya! Ayo, kita bicara di dalam saja.” Mama mengajak kami masuk. Saat itulah, aku merasa aneh, karena merasa orang tuaku baik-baik saja, tapi kenapa ada di sini?
Kami menuju sofa, aku dan mama duduk berdekatan, seolah tak ingin berpisah, dengan tangan saling bertautan. Untuk ukuran Rumah Sakit Jiwa, ruangan yang mama miliki, sangat ... sangat istimewa! Ruangan yang lebih mirip kamar hotel berbintang itu memang terlihat biasa saja dari luar karena pintunya serupa pintu kamar pasien lainnya. Tapi sebenarnya, kamar mama ini disatukan dengan beberapa kamar lain. Di isi dengan interior gaya Mediterania yang dipadu
Hot Chapters