Sebatas Ibu Pengganti untuk Anak Presdir
Dengan blus putih dan rok pensil abu-abu yang memancarkan aura profesional, dia memasuki ruangan itu tidak sebagai CEO, melainkan mengaku sebagai wakil CEO.
Para staf yang sedang sibuk dengan dokumen desain dan komputer mereka, terdiam sejenak ketika Helena memulai bicara. Suaranya tenang namun penuh wibawa, “Selamat siang, saya Helena, wakil CEO baru di sini. Saya berharap kita bisa bekerja sama dengan baik.”
Mata Sarah, yang sedang menyesap kopi di pojok ruangan sambil meneliti desain rok kekinian, melebar kaget.