SANG PEWARIS
Keduanya beriringan menapaki anak tangga satu demi satu, saat sampai di puncak tangga Haniyah melihat ada sebuah pintu yang terhubung ke balkon luar.
“Itu balkon, semi outdoor, ada beberapa jenis tanaman di sana, udaranya segar untuk bersantai.” Haniyah mengangguk pelan. “Tapi kalau mau santai berdua aku aja, di kamar kita juga ada balkonnya, lebih privat.” suara bisikan Elkan itu sempurna membuat wajah Haniyah memerah seperti kepiting rebus.
Elkan menarik lembut tangan gadis yang kini telah menjadi istrinya itu, memasuki sebuah kamar utama dengan nuansa pastel di dindingnya, sementara ada aksen kayu pada lantainya.
Hot Chapters